DPRD Merauke Dinilai Tidak Berpihak Kepada Orang Marind

Masyarakat dari tiga kampung yang menduduki area Bandara Mopah-Merauke | LKF

Metro Merauke – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Merauke dituding tidak berpihak kepada orang Marind dari tiga kampung yakni Kayakai, Yobar serta Spadem yang tidak  datang sekaligus mendengar secara langsung keinginan masyarakat saat Bandara Mopah diduduki beberapa hari lalu.

Tudingan itu diungkapkan perwakilan masyarakat dari tiga kampung, Hendrikus Hengky Ndiken kepada Metro Merauke Jumat (6/12). Menurut dia, ada kesan dewan bersikap masa bodoh dengan perjuangan yang sedang dilakukan orang Marind.

Baca juga: Masyarakat Tiga Kampung Duduki Bandara Mopah

“Kok mereka diam saja begitu. Padahal ini dilakukan orang asli Papua dan mestinya segera diresponi. Minimal wakil rakyat terhormat turun dan mendengar langsung apa yang disuarakan,” katanya.

Lagi pula yang dipalang adalah fasilitas umum. “Secara pribadi saya juga merasa kecewa sekali,” tegasnya.

Hengky kembali memberikan ancaman dengan akan memobilisasi masyarakat Marind  melakukan pemalangan Kantor DPRD Merauke, lantaran sampai hari ini belum dibayar.

Selain itu, menurutnya, respon DPRD  mendorong 14 kursi afirmatif, tak kunjung ditindaklanjuti. Jadi ada beberapa persoalan yang menjadi dasar untuk segera dilakukan pemalangan kantor dewan. (LKF)

Tinggalkan Balasan