Pejabat Merauke Pemilik Dua Senpi Diduga Anggota Perbakin 

Metro Merauke – Persatuan Penembak Indonesia atau Perbakin Provinsi Papua menduga pejabat Pemerintah Kabupaten Merauke, Papua berinisial S yang membawa dua senjata api (senpi) tanpa dokumen dan diamankan aparat keamanan akhir pekan lalu, merupakan anggota organisasi itu.

Ketua Perbakin Papua, Jhony Banua Rouw mengatakan mesti belum mengetahui pasti siapa oknum tersebut, akan tetapi kuat dugaan oknum tersebut adalah anggota Perbakin.

“Pihak kepolisian menyampaikan bahwa senjata, senjata olahraga, yang punya senjata olahraga pasti anggota Perbakin. Sudah pasti. Kalau ngak, ngak mungkin,” kata Jhony Banua Rouw, Selasa (3/12).

Akan tetapi menurutnya, tidak mungkin senjata tersebut belum memiliki dokumen atau izin kepemilikan. Kemungkinan yang dimaksud polisi dokumen izin kepemilikan senjata belum diserahkan kepada pemilik senpi adalah surat izin jalan.

Katanya, anggota Perbakin diharuskan memiliki surat izin jalan setiap kali akan membawa senjata miliknya ke luar dari rumah. Baik itu digunakan untuk berburu, olahraga menembak ataupun saat akan membawa senpi miliknya ke daerah lain.

“Harus mempunyai surat izin jalan penggunaan ke lokasi mana, dan untuk apa. Kalau senjata itu sah atau tidak, itu sah karena dikeluarkan oleh Kepolisian Republik Indonesia melalui Intelkam,” ujarnya.

Kata Jhony Banua Rouw, jika nanti oknum tersebut benar anggota Perbakin dan terbukti lalai, akan ada sanksi dari pengurus organisasi. Sanksi disesuaikan tingkat pelanggaran atau kelalaian yang dilakukan.

Sanksi bisa saja pencabutan izin penggunaan senjata, izin kepemilikan senjata hingga pencabutan kartu anggota Perbakin.

Sebelumnya, seorang oknum pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Merauke, Papua berinisial S diamankan saat Satgas Yonif Mekanis Raider 411/PDW yang menggelar razia di Jalan Trans Papua, Kabupaten Merauke pada Jumat (29/11).

Ia diamakan karena membawa dua pucuk senjata api dan puluhan butir amunisi yang disebut aparat keamanan tidak dilengkapi dokumen. Setelah diamakan, oknum S beserta dua senpi miliknya dan puluhan amunisi diserahkan ke Polres Merauke.

Kasat Intelkam Polres Merauke, Budi Santoso mengatakan S dan senjata api miliknya diamankan karena dokumen kepemilikan senjata belum diserahkan kepolisian kepada yang bersangkutan. (Arjuna/Redaksi)

 

Tinggalkan Balasan