Tak Sependapat Pegubin Masuk Papua Selatan, Martinus Torip: Grand Desain Tidak Bisa Diotak-atik

Tokoh masyarakat, Martinus Torip

Metro Merauke – Tokoh masyarakat dan juga deklarator pemekaran, Martinus Torip, menegaskan, tak sependapat bila Kabupaten Pegunungan Bintang masuk dalam bagian Papua selatan, yang saat ini tengah mempersiapkan diri pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB).

Katanya, hal itu menjadi tak selaras dengan aspirasi masyarakat yang telah lama memperjuangkan terbentuknya DOB di wilayah selatan Papua.

Dirinya justru sangat berharap, asosiasi bupati selatan Papua untuk memperjuangkan 4 daerah yang telah masuk dalam paket usulan pemekaran sejak awal. Masing-masing Kabupaten Muyu, Muara Digul, Admi Korbai, Kota Merauke untuk memenuhi persyaratan terbentuknya Provinsi Papua Selatan.

Ditambahkan, ke empat DOB yang dimaksud justru telah resmi, karena sebelumnya sudah ada di dalam Ampres maupun telah diprolegnaskan.

“Dalam grend desain sangat jelas, dan tidak bisa diotak-atik. Lebih baik 4 bupati yang masuk sebagai asosiasi bupati selatan Papua memperjuangkan 4 daerah DOB yang sudah siap dimekarkan untuk menjadi 1 kelengkapan administarasi PPS, jangan malah memamasukan kabupaten yang lain di Papua selatan. Itu sudah tidak benar,” tegasnya kepada wartawan, Rabu (27/11).

Martinus Torip menilai, untuk Kabupaten Pegunungan Bintang sendiri memiliki karakteristik yang berbeda dengan daerah-daerah di selatan Papua. Baik dari struktur adat, budaya maupun sumber daya alamnya pun tak sama.

“Jangan tinggalkan sejarah para tokoh yang telah memperjuangkan pemekaran sejak lama dan jangan dianggap sepele, lalu apa alasannya sampai memasukan Pegunungan Bintang,” ujarnya.

Sebelumnya, telah dilakukan deklarasi pernyataan sikap mendukung terbentuknya Provinsi Papua Selatan oleh asosiasi bupati selatan Papua.

Masing-masing, Bupati Merauke, Mappi, Boven Digoel, Asmat serta Bupati Pegunungan Bintang.

Bupati Pegunungan Bintang, Constan Oktemka menyebut, alasan keinginan daerah tersebut masuk Papua selatan tidak lain untuk keluar dari keterisolasian daerah yang dialami selama ini. (Nuryani)

Tinggalkan Balasan