Ada Yang Tolak PPS, Jerry Omona: Jangan Terlalu Negative Thinking

Metro Merauke – Rencana pembentukan Propinsi Papua Selatan makin menguat. Menyusul pertemuan Lima bupati di selatan yang menyatakan sikap mewujudkan Propinsi baru.

Kelima bupati tersebut masing-masing, Bupati Merauke Frederikus Gebze, Bupati Asmat Elisa Kambu, Bupati Boven Digoel Benediktus Tambonop, Bupati Kabupaten Mappi Kristosimus Yohanes Agawemu dan Bupati Pegunungan Bintang, Costan Oktemka.

Meski memperoleh dukungan penuh, kritikan dan penolakan masih mengalir meminta PPS tidak dulu dimekarkan dengan berbagai alasan.

Menanggapi hal itu, Jerry Omona, salah satu politisi muda Merauke mengatakan kritikan atas PPS, perlu disertai fakta dan data. “Sah-sah saja, tapi bagi saya, jangan terlalu negative thinkinglah, kalau menolak, apa fakta yang bisa di ajukan, jangan mengambil kesimpulan sendiri, lalu menjustifikasi bahwa PPS tak akan berpihak pada Orang Asli Papua,” ujarnya kepada Metro Merauke, Rabu (27/11).

Menurut Ketua DPD PSI Merauke itu, sejatinya pemerintah telah mempertimbangkan berbagai dampak, apakah berkaitan dengan alih fungsi lahan, konservasi hutan, lapangan kerja, pembangunan SDM, pendampingan ekonomi penduduk asli, dan lainnya, apabila PPS dimekarkan. “Kita lihat dulu, maksud saya, PPS ini kan belum ada, baru disepakati akan dibentuk, mestinya perlu didukung. Dulu, 17 tahun lalu, hampir seluruhnya mendukung, mengapa hari ini ditolak?” katanya.

Ia mengusulkan, bila penolakan itu bergelombang besar, sebaiknya dilakukan langsung di depan Presiden Joko Widodo. Karena semua ini bisa terjadi akibat kebijakan pemerintah terhadap tidak stabilnya situasi Papua. “Kalau menolak hanya lewat media, lewat diskusi diskusi, ya percuma saja,” sambungnya.

Jerry meminta segenap pihak mendukung langkah pemerintah membangun Selatan Papua dengan pemekaran wilayah. “Paling utama, jangan kita berasumsi bahwa akibat PPS, Orang Asli akan tergeser. Ini bukan soal PPSnya, ini soal pemimpin, kalau pemimpin nanti tidak punya hati membangun Orang Asli, ya tetap saja kita akan tergeser, poinnya ada di Gubernur nanti,” paparnya.

Jadi, lanjut dia, gubernur mendatang mestinya pro Penduduk Asli. “Jangan salahkan PPS, PPS itu cuma nama, hanya status wilayah, saya ingin bertanya, sudah beberapa dekade ini, kita orang Papua hidup susah, apakah kita harus salahkan Kabupaten Merauke, salahkah Kabupatennya, tolak kabupatennya, kan tidak. Salahkan itu pemimpinnya, mengapa mereka melupakan rakyat,” tutup Jerry. (Sayd Madrid)

1 Komentar

Tinggalkan Balasan