Polda Papua Larang Aksi pada Peringatan Hari Kemerdekaan Papua Barat

Metro Merauke – Polda Papua tidak menginzinkan pihak manapun menggelar aksi pada 1 Desember, yang selama ini diperingati sebagian masyarakat Papua sebagai hari kemerdekaan Papua Barat.

Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan, bagi umat Kristiani dan Katolik di Papua, 1 Desember merupakan pembukaan Natal 25 Desember. Akan tetapi ada sebagian pihak yang memperingatinya sebagai Hari kemerdekaan Bangsa Papua Barat.

Katanya, ini menjadi agenda rutin pihak Polda Papua dan jajarannya yang harus diwaspadai, terutama berkaitan kemungkinan adanya upaya mengibarkan bendera Bintang Kejora, melakukan demonstrasi dengan mengumpulkan massa dalam jumlah besar.

“Kami sudah sepakat dengan pemerintah provinsi, kabupaten/kota, juga jajaran kami di kepolisian tidak mengizinkan aksi berupa apa pun dalam rangka memperingati 1 Desember.  Kami tidak mengizinkan demonstrasi damai ka, ibadah ka yang sifatnya bisa menjadikan pemicu untuk mereka melakukan aksi-aksi lebih daripada itu,” kata Irjen Pol Paulus Waterpauw, Selasa (26/11).

Menurutnya, di antara masyarakat Papua ada kelompok-kelompok tertentu selalu memanfatkan kesempatan seperti itu untuk membenturkan warga dengan aparat keamanan. Polda Papua tak ingin hal seperti itu terjadi.

“Nanti saja setelah Natal dan Tahun Baru, barulah boleh kita bicara baik-baik apa yang dipikirkan dan menjadi beban mereka. Kalau ada pikiran, pikiran itu disalurkan tapi dengan cara yang baik,” ujarnya.

Kapolda Papua meminta pihak-pihak tertentu jangan terus menganggap aparat keamanan di Papua adalah musuh. Kehadiran aparat keamanan di Papua untuk kepentingan banyak.

Dalam melakukan pengamanan 1 Desember mendatang di seluruh wilayah Papua, Polda Papua menyiagakan sebanyak 1.300 personilnya termasuk yang ada di Polres jajaran. Meski mengantisipasi 1 Desember, akan tetapi Kapolda Papua menyatakan hingga kini situasi di Papua secara keseluruhan dalam keadaan aman dan terkendali. (Arjuna/Redaksi)

 

Tinggalkan Balasan