Maria Magdalena Gelorakan Atomas, Angkat Kembali Pamor Sagu di Mappi

Metro Merauke – Sejak dulu, Sagu dikenal sebagai makanan favorit masyarakat Papua, terutama di Papua Selatan. Terlebih bagi para penduduk asli pribumi yang mendiami dua kabupaten, Merauke dan Mappi. Namun, seiring dengan perubahan waktu, kini posisi Sagu terancam punah dengan kegemaran masyarakat di era modern, termasuk masyarakat pedalaman di Merauke dan Mappi yang beralih ke beras yang lebih praktis karena mudah dikonsumsi.

Trenyuh dengan aroma keprihatinan yang mendalam dengan terancam punahnya makanan khas Papua itu, maka munculah ide brilian dari seorang Maria Magdalena, SE, Kepala Sub Bidang Ekonomi, Bidang Penelitian dan Pengembangan di Bappeda Mappi untuk kembali mengangkat pamor Sagu menjadi makanan yang digemari, popular dikonsumsi oleh penduduk Merauke dan Mappi.

Wanita energik yang lahir dan besar di daerah Buti, sebuah daerah pedesaan yang berada dipinggiran pantai kota Rusa, Merauke itu lantas mencetuskan Gerakan Ayo Makan Sagu (Atomas) untuk kembali mengangkat harkat dan martabat Sagu agar kembali menjadi komuditi utama dan unggulan di Papua Selatan, khususnya daerah Mappi.

Maria Magdalena (tengah) usai memberikan presentase

Pengembangan dan Penelitian lantas digenjot sebulan lamanya dengan mengambil lokasi di Yaqhai, salah satu suku yang ada Kabupaten Mappi.

Ternyata Atomas ini mendapat support penuh dari Pemkab Mappi lewat dukungan penuh saat Maria Mangdalena melakukan persentasi di Bapedda Mappi, tempatnya bekerja selama ini.

Dukungan penuh diberikan jajaran petinggi di Bapedda Mappi. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Mappi, LD Irja Gozali, S.Sos dan Sekretaris Bappeda, Robertus A Gobai, S.Hut, M.I.L memberikan dukungan penuh terhadap implementasi Proyek Perubahan bagi peserta Diklat Kepemimpinan Tingkat IV Angkatan VII di BPSDM Kemendagri yang dilaksanakan di PPSDM Kemendagri Regional Yogyakarta.

Dua misi mulia tengah diemban oleh Maria Magdalena. Selain untuk mengangkat kembali pamor dan reputasi Sagu, juga untuk memenuhi persyaratan di Kementerian Dalam Negeri Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Regional Yogyakarta.

Jebolan STIE El’Fatah Manado menjelaskan Atomas digelorakan sebagai proyek perubahan dan pemaparan sesuai kondisi dan kebutuhan bagi daerah Mappi tercinta sekaligus sebagai perubahan mengangkat tatanan budaya, sosial, lingkungan hidup dan ekonomi.

“Juga sebagai upaya perlindungan kawasan hidrologis (sungai dan rawa-red) sebagai habitat sagu dalam tata ruang Kabupaten Mappi.Melakukan Upaya Perlindungan kawasan Hidrologis (sungai dan rawa) sebagai habitat sagu dalam tata ruang Kabupaten Mappi serta upaya pengelolaan yang terintegerasi dalam perencanaan program dan kegiatan antar stakeholder,” ungkapnya. (redaksi)

Tinggalkan Balasan