Pimpinan Kelompok Bersenjata yang Ditangkap Tim Polda Papua Terlibat Penyerangan Polsek Sinak 

Metro Merauke – Pimpinan kelompok bersenjata wilayah Sinak, Kabupaten Puncak bernama Iris Murib yang ditangkap Tim Ops Namengkawi Polda Papua beberapa hari lalu memiliki catatan kriminal. Ia masuk daftar pencarian orang atau DPO dalam kasus penyerangan Polsek Sinak pada 17 Desember 2015.

Kapolda Papua, Inspektur Jenderal Polisi Paulus Waterpauw dalam siaran pers yang diterima Metro Merauke, Minggu malam (24/11), mengatakan saat penyerangan Polsek Sinak beberapa tahun lalu, tiga anggota polisi meninggal dunia dan satu lainnya terluka. Kelompok pelaku juga merampas delapan pucuk senjata api.

“Peran Iris Murib sebagai eksekutor. Ia melakukan penembakan terhadap empat anggota Polsek Sinak dengan senjata laras panjang,” kata Irjen Pol Paulus Waterpauw.

Menurutnya, Iris Murib juga merupakan pelaku penembakan terhadap anggota Brimob Polda Papua, Aipda Thomas Siahaan dan Bripda Apriyanto Forche di Kota Ilaga Kabupaten Puncak. Kedua anggota Brimob itu meninggal dunia dan senjata miliknya dirampas. Insiden penembakan tersebut terjadi pada Desember 2014.

“Iris Murib mengambil alih pimpinan kelompok bersenjata di Sinak setelah Kelenak Telenggen diamankan,” ujarnya.

Iris Murib ditangkap tim Polda Papua di Kali Pindah-Pindah, Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika pada 21 November 2019. Ketika akan ditangkap Iris Murib sempat melakukan perlawanan, sehingga dilumpuhkan dengan tembakan oleh tim Polda Papua. Iris Murib kini dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura.

“Kini sedang dilakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap jaringan dan keberadaan kelompok pimpinan Iris Murib,” ucapnya.

Polda Papua memerintahkan semua Polres jajarannya meningkatkan kewaspadaan, patroli dan razia dengan sasaran senjata tajam juga senjata api. Kapolsek KP3 Udara dan Laut juga diperintahkan meningkatkan pengawasan barang yang keluar dan masuk ke Papua. (Arjuna/Redaksi)

 

Tinggalkan Balasan