Kasus Dana Hearing DPRD Merauke, Harry: Jangan Ada ‘Main Mata’

Intelektual Marind, Harry Ndiken | LKF

Metro Merauke – Intelektual Marind, Harry Ndiken kembali angkat bicara terkait kasus dana hearing yang telah diterima 30 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Merauke  yang sedang dalam penyelidikan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua.

“Saya minta kasus tersebut harus diungkap  dengan terang benderang. Tidak boleh ada istilah ‘main mata. ’ Karena masyarakat Merauke menunggu transparansi penanganannya,” ungkap Harry kepada Metro Merauke Kamis (20/11).

Baca juga: Hendrikus Hengky Ndiken Mengaku ‘Dirayu’ Untuk Tak Komentar Soal Dana Hearing

Jika dalam proses penyelidikan nanti, memenuhi unsur-unsur yang mengarah kepada tindak pidana korupsi, harus  ditingkatkan ke penyidikan. Lalu  tentunya 30 anggota dewan  sudah pasti  ditetapkan sebagai tersangka sekaligus diproses hingga pengadilan.

“Memang masyarakat Merauke sedang menunggu hasil penyelidikan yang sedang dilakukan. Mudah mudahan tidak terlalu lama, dapat disampaikan ke publik, sehingga menjadi lebih jelas,” pintanya.

Untuk diketahui, dana hearing yang diterima anggota DPRD Merauke periode sebelumnya adalah Rp 100 juta per orang. Dana dimaksud untuk hearing bersama masyarakat. (LKF)

Tinggalkan Balasan