Heribertus Silubun akan Dikukuhkan Secara Adat dan Diberi Nama Takafanem

Pertemuan keluarga Silubun bersama  masyarakat adat Marind yang berlangsun di kediaman Heribertus Silubun | LKF

Metro Merauke – Heribertus Silubun, salah satu calon Bupati Merauke yang siap bertarung dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) tahun depan, akan diserahkan keluarga, diterima dan dikukuhkan di Kampung Wapeko menjadi anak adat marga Kaize.

Ketua Umum Empat Golongan Adat Marind-Anim dari Kondo sampai Digul, Vincentius Dadom Kaize kepada sejumlah wartawan Rabu (20/11) mengatakan, pihaknya menerima dengan tulus Heribertus Silubun untuk dikukuhkan secara adat dan masuk marga Kaize.

Ketua Umum Empat Golongan Adat Marind-Anim, Vincentius Dadom Kaize | LKF

Nantinya, lanjut dia, Heribertus Silubun diberi nama Takafanem sesuai marga. “Ya, nanti proses adatnya dilangsungkan di Kampung Wapeko tanggal 28 November 2019,” katanya

Diharapkan dengan diberikan nama dan marga Kaize, Heribertus Silubun dapat melangkah pasti menjadi Bupati Merauke lima tahun mendatang.

“Kami merasa bangga dengan sosok Pak Heribertus. Karena selama beliau menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Merauke, memberikan perhatian sangat besar kepada masyarakat di kampung-kampung,” ujarnya.

Dia berharap ketika Heribertus telah terpilih, memberikan perhatian serius kepada semua orang termasuk masyarakat Marind di kampung-kampung baik dalam bidang pembangunan maupun peningkatan kesejahteraan dan lain-lain.

Sementara mama kandung Heribertus Silubun, Dolfina Silubun mengungkapkan, ia bersama suaminya (almarhum), telah mengasuh dan mendidik anak-anak untuk tumbuh dan berkembang menjadi orang berguna bagi gereja serta bangsa.

“Jadi, kami keluarga besar Silubun mengikhlaskan anak Heribertus Silubun  menjadi anak adat sekaligus masuk dalam marga Kaize,” ungkapnya.

Mama Dolfina mengaku, hari ini dilakukan rapat keluarga Silubun bersama tua-tua adat Marind, sekaligus meminta persetujuan dan kesediaan. Lalu telah ada kesepakatan bersama dan nantinya upacara secara adat dilangsungkan di Kampung Wapeko.

“Saya juga juga bukan baru disini. Bapa saya dari tahun 1920-an  menjadi guru di Merauke. Saya sendiri lahir di Kampung Salor tahun 1950,” katanya.

Heribertus Silubun yang dimintai komentarnya mengaku, dirinya sebagai cucu guru Kei yang mengabdi di bumi Anim Ha, memiliki suatu keinginan mencalonkan diri menjadi Bupati Merauke.

“Ini menggambarkan bahwa sesungguhnya kami masih ada disini dan dan meneruskan pengabdian orangtua. Caranya adalah dengan memberi perhatian secara sungguh-sunggu kepada masyarakat di kampung-kampung yang selama ini kurang mendapatkan ‘sentuhan’ pelayanan dalam berbagai bidang,” ujarnya.

“Saya ingin melakukan sesuatu untuk kebutuhan akan sandang, pangan dan papan  bagi masyarakat. Sehingga mereka bisa menikmati pembangunan seperti saudara saudara  lain di kota,” katanya.

Sebagai orang Kei yang mendiami tanah ini, jelas Heribertus, tentunya menghargai masyarakat setempat sebagai pemilik ulayat. “Olehnya saya sebagai anak  angkat secara adat dari bapak Vincentius Kaize, merasa berkewajiban  ketika menjadi Bupati Merauke nanti, dapat  bekerja dengan baik untuk mereka,” ujarnya. (LKF)

Tinggalkan Balasan