Hendrikus Hengky Ndiken Mengaku ‘Dirayu’ Untuk Tak Komentar Soal Dana Hearing

Hendrikus Hengky Ndiken | LKF

Metro Merauke – Rupanya statement anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Merauke periode 2014-2019, Hendrikus Hengky Ndiken terkait dana hearing, membuat sesama anggota dewan lain yang ikut ‘menikmati’ dana dimaksud tidak tenang.

Beberapa diantara anggota dewan meminta Hengky tak bicara ke  wartawan.  Namun  ia  tetap menolak ‘rayuan’ tersebut.

Kepada Metro Merauke Selasa (19/11), Hengky mengungkapkan, oleh karena dana hearing telah ditangani Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua dan diduga bermasalah, wajib untuk berbicara. “Siapapun tidak mempunyai hak melarang saya bicara ke wartawan,” tegasnya.

Baca juga: Soal Dana Hearing, 30 Anggota DPRD Merauke Periode 2014-2019 Akan Jalani Pemeriksaan di Kejati Papua

“Untuk apa kita takut bicara. Kan diduga bermasalah, sehingga saya bicara agar masyarakat mengetahui. Jadi tidak perlu ditutup-tutupi.  Lagian  30 anggota DPRD periode 2014-2019 telah dipanggil dan diperiksa Kejati Papua,” ujarnya.

Hengky mengakui setiap anggota dewan mendapatkan dana hearing Rp 100 juta/bulan. “Kalau saya hanya terima tiga bulan. Namun jumlahnya tidak sampai Rp 300 juta. Karena dana dicairkan dengan disesuaikan kebutuhan selama hearing berlangsung,” katanya.

Bagi dia, dana yang diambilnya  digunakan tepat sasaran untuk hearing. Tidak dimanfaatkan memperkaya diri sendiri. “Mestinya sesama anggota dewan lain bicara. Jangan hanya enaknya saja menerima uang, tetapi ketika bermasalah, semuanya membungkam,” katanya. (LKF)

1 Komentar

Tinggalkan Balasan