Dana Rp 2,5 Miliar Tak Kunjung Dicairkan, Pemilik Ulayat Ancam Palang Kembali Bandara Mopah

Pemilik ulayat sedang foto bersama LMA Kabupaten Merauke beberapa waktu lalu | LKF

Metro Merauke – Janji Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke  memberikan dana senilai Rp 2,5 miliar sebagai kompensasi  pengurusan berbagai administrasi, termasuk konsultasi ke Kementerian Perhubungan RI serta sidang adat, hingga sekarang tak kunjung dicairkan.

Oleh karena  belum ada kejelasan pembayaran dana kompensasi,  diluar  tuntutan ganti rugi  tanah bandara seluas 60 hektar senilai Rp 800 miliar, masyarakat pemilik ulayat dari tiga kampung yakni Kayakai, Yobar dan Spadem mengancam melakukan pemalangan dan menduduki  kembali Bandara Mopah yang baru difungsikan pekan lalu.

Perwakilan masyarakat tiga kampung, Hendrikus Hengky Ndiken kepada Metro Merauke Selasa (19/11) menjelaskan, dalam pertemuan bersama Asisten I Setda Merauke, Joko Guritno beberapa waktu lalu, telah ada kesepakatan untuk pemerintah memberikan dana Rp 2,5 miliar guna urusan ke Jakarta dan lain-lain.

Dengan janji seperti demikian, masyarakat pemilik ulayat membuka palang dan aktivitas di bandara berjalan normal kembali. Namun sayangnya, hingga sekarang dana yang dijanjikan tak kunjung direalisasikan.

Menyangkut kepastian pemalangan kembali, Hengky mengatakan belum bisa memastikan waktunya. Tetapi sudah ada pembicaraan dengan pemilik ulayat dari tiga kampung.

“Lalu kami sepakati bahwa saat dipalang, pemerintah harus membawa uang sekaligus. Sehinggadiserahkan dan palang dibuka. Masyarakat tidak mau terus ditipu seperti begini,” tegasnya. (LKF)

Tinggalkan Balasan