Kota Jayapura Juara Umum Pesparani, Merauke Urutan Kedua

Metro Merauke – Pesta Paduan Suara Gerejani atau Pesparani Katolik I Provinsi Papua tahun 2019, berakhir pada Senin malam (18/11).

Penutupan ajang yang diikuti 14 kabupaten/kota di Papua ini dilakukan oleh Sekda Provinsi Papua, Hery Dosinaen mewakili Gubernur Papua Lukas Enembe ditandai pemukulan tifa di Auditorium Uncen, Kota Jayapura.

Hasil dari lomba yang digelar selama Pesparani Katolik I berlangsung 14-18 November 2019, tuan rumah Kota Jayapura keluar sebagai juara umum dengan perolehan nilai 3.780 dari empat juara, tiga gold, enam silver pada 13 lomba yang diikuti.

Peringkat kedua adalah Kabupaten Merauke yang mengumpulkan poin sebanyak 3. 220, dari empat champion, enam gold, empat silver pada 12 mata lomba yang diikuti. Sementara juara ketiga adalah Kabupaten Mappi yang mengumpulkan 3.040 poin, dari empat champion, dua gold, tiga silver pada sembilan mata lomba yang diikuti.

Masing masing kabupaten yang keluar sebagai juara mendapat hadih piala tetap, piala bergilir dan uang pembinaan.

Sekda Papua, Hery Dosinaen mengatakan Pesparani Katolik I Provinsi Papua merupakan potret tolerasi dan keharmonisan antara umat beragama di Bumi Cenderawasih.

Seluruh bupati, wali kota, gubernur dan masyarakat Papua diajak menyampaikan kepada para saudara sebangsa dan setanah air di luar Tanah Papua, untuk belajar toleransi dan keharmonisan di Tanah Papua.

“Kehadiran malam hari ini merupakan suatu komitmen besar kita yang hidup di atas tanah ini. Ini membuktikan bahwa dengan pujian kepada Tuhan Yang Maha Kuasa kita bersatu membangun tanah ini,” kata Hery Dosinaen.

Atas nama gubernur, Sekda Papua mengapresiasi dan berterimakasih kepada Ketua LP3K Provinsi Papua, FX Mote dan  Uskup Jayapura Mgr. Leo Laba Ladjar, OFM yang hadir memberikan pencerahan kepada semua pihak.

“Kalau hari ini hanya 14 kabupaten/kota, pada 2022,  Gubernur akan mengintervensi para bupati untuk menghadirkan peserta dari 29 kabupaten/kota dalam acara Pesparani ke-II,” ujarnya.

Ketua Umum Pesparani Katolik I Provinsi Papua, Benhur Tomi Mano menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Papua yang telah membantu panitia senilai Rp 1,5  miliar, dan bantuan dari Pemerintah Kota Jayapura senilai Rp 1 miliar untuk penyelenggaraan.

Sementara Uskup Jayapura Mgr. Leo Laba Ladjar, OFM menyatakan bangga karena Pesparani Katolik I Provinsi Papua melibatkan unsur gereja, perwakilan agama di Tanah Papua dan pemerintah daerah.

Menurutnya, unsur gereja, perwakilan agama di Tanah Papua dan pemerintah daerah saling mendukung mensukseskan pelaksanaan Pesparani Katolik I Provinsi Papua.

Ia mengibaratkan kerjasama itu seperti tali gabus yang saling berkaitan membentuk nada lagu yang indah, untuk memuji dan memuliakan nama Tuhan.

“Tanpa tali gabus yang saling kait mengkait, nada lagu tampak kosong,” kata Uskup.

Pada penutupan Pesparani Katolik I tahun ini, juga dilakukan pemberian penghargaan kepada para tokoh gereja yang berkarya dalam misi Katolik di Tanah Papua.

Panitia juga mengumumkan enam calon tuan rumah Pesparani Katolik II Provinsi Papua pada 2022. Calon tuan rumah itu, yakni Kabupaten Merauke, Nabire, Mappi,  Waropen, Mimika dan Kabupaten Jayapura. (Arjuna/Redaksi)

 

Tinggalkan Balasan