Pemilik Ulayat Sepakat Palang Stasiun Pompa Air PDAM Dibuka

pemilik-ulayat-sepakat-palang-stasiun-pompa-air-pdam-dibuka

Metro Merauke – Setelah empat hari melakukan aksi pemalangan, akhirnya pemilik hak ulayat, Anselmus Bume Ndiken, Selasa siang (5/11) bersedia membuka kembali sasi adat yang dipasang di pintu gerbang stasiun pompa air Parakomando yang dipasang sejak Jumat (1/11).

Pemilik ulayat meminta, setelah pembukaan sasi adat, Pemkab setempat harus menyeriusi penanganan permasalah tersebut hingga tuntas.

Baca juga: Stasiun Pompa Air PDAM Dipalang, Pelanggan Terancam Krisis Air

“Sudah lama saya urus dan tidak ada kepastian. keadilan. Hari ini saya buka palang, namun kalau tanggal 15 November tidak ada kepastian pembayaran sesuai tuntutan Rp1 Miliar, saya akan palang kembali,” ucapnya dalam pertemuan.

Pembukaan sasi pemalangan merupakan hasil dari negosiasi yang dilakukan bersama Pemerintah Daerah, DPRD, Kejaksaan, Kepolisian, LMA, tokoh masyarakat dan pemilik ulayat yang dilakukan di Polres Merauke, Selasa pagi.

Ketua sementara DPRD Merauke, Benyamin Latumahina memastikan, guna menyeriusi penyelesaian masalah hak ulayat tersebut, pembahasan lebih lanjut masih akan dilaksanakan di gedung DPRD 15 November mendatang bersama-sama.

Katanya, pembukaan palang di stasiun pompa air memang perlu segera dilakukan. Agar tidak sampai berdampak luas bagi masyarakat karena tidak mendapatkan air dari PDAM.

Sementara itu tokoh masyarakat, Johanes Gluba Gebze juga berharap permasalahan seperti ini ke depan perlu menjadi perhatian pemerintah.

“Posisi sentral ada di Pemda. Bupati dan DPRD harus rembuk. Dan permasalahan ini saya akan mengawalnya hingga tuntas,” tukasnya. (Nuryani)

Tinggalkan Balasan