Stasiun Pompa Air di Jalan Parakomando Dipalang, Pemilik Ulayat Minta Pembayaran Rp 1 Miliar

Stasiun pompa air di Jalan Parakomando yang dipalang | LKF

Metro Merauke – Kasus pemalangan kembali dilakukan. Kali ini yang menjadi sasaran adalah stasiun pompa air di Jalan Parakomando milik PT Perusahan Daerah Air Minum (PDAM).

Pemalangan ditandai pemasangan sasi adat berupa janur, pisang maupun tebu. Lalu di pintu masuk dipalang dengan onggokan kayu, agar tak boleh ada yang masuk di dalam area stasiun pompa air.

Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Merauke, Ignasius Ndiken yang berada di lokasi Jumat (1/11) mengatakan, langkah yang dilakukan pemilik ulayat Anselmus Bume Ndiken melakukan pemalangan, karena tuntutan ganti rugi di area stasiun pompa air tak kunjung direalisasikan hingga sekarang.

Beberapa bulan lalu, katanya, ia bersama pemilik ulayat telah bertemu Bupati Merauke, Frederikus Gebze. Saat itu bupati mengeluarkan disposisi, hanya saja tak ditindaklanjuti.

“Kami juga bertemu Kepala Bagian (Kabag) Hukum Setda Merauke, Yoseph Gebze dan telah ada permbicaraan. Saat itu kabag meminta waktu dua minggu. Namun tak ada tanda-tanda penyelesaian,” ujarnya.

Dengan demikian, Anselmus Bume Samkakai melakukan pemalangan. Sekaligus meminta pembayaran ganti rugi senilai Rp 1 miliar.

Saat ini pemilik ulayat bersama keluarganya berada di dalam area pompa air, sambil menunggu jawaban pasti pemerintah. Sepanjang belum ada kepastian, pemalangan tetap dilakukan. (LKF)

1 Komentar

Tinggalkan Balasan