Romanus Mbaraka: Provinsi Papua Selatan Harus Disambut Baik

Tokoh Masyarakat Merauke, Romanus Mbaraka (baju merah) saat duduk bersilah bersama Ketua LMA Kabupaten Merauke, Ignasius Ndiken serta beberapa tokoh adat lain | LKF

Metro Merauke – Salah seorang Tokoh Masyarakat Kabupaten Merauke, Romanus Mbaraka mengatakan, pada dasarnya semua orang menyambut baik kebijakan pemerintah pusat untuk memberikan suatu wilayah pemerintahan setingkat provinsi di tanah Papua, lebih khusus bagi masyarakat di Papua Selatan.

“Saya kira ini adalah suatu proses panjang dari masyarakat di Papua Selatan agar bagaimana provinsi menjadi suatu kenyataan,” ungkap Romanus kepada Metro Merauke Kamis (31/10).

Semua orang, pintanya, harus memulai sesuatu dengan banyak kekurangan. “Kita memulai sesuatu dengan sedikit kelebihan. Tetapi kekurangan dan kelebihan dalam sebuah proses pemerintahan, pembangunan dan kehidupan masyarakat  adalah bagian  yang tak bisa dipisahkan,” ungkap mantan Bupati Merauke periode 2011-2015 itu.

“Olehnya kita harus bergandengan hati, pikiran dan tangan untuk proses ini diterima dan dapat dilaluinya,” pinta dia.

Provinsi Papua Selatan, harus disambut baik.  Jika masih ada kekurangan misalnya  sumber daya manusia (SDM), infrastruktur dan fasilitas pendukung lain, adalah bagian dari proses dan pasti dilalui  secara bersama sama.

“Kami  tidak tinggal diam dalam mengkaderkan anak-anak asli Papua di wilayah Papua Selatan mulai dari dari Merauke, Boven Digoel, Mappi dan Asmat. Saat Pak Johanes Gluba Gebze  serta almarhum Thobias Gebze  dan saya  menjadi bupati, termasuk sekarang Bupati Frederikus Gebze, telah menyekolahkan anak-anak Papua. Ini adalah suatu kenyataan bahwa kita terus tumbuh dan tak tinggal diam,” tegasnya.

Dikatakan, proses daerah otonom baru (DOB) Provinsi Papua Selatan, masih dalam proses. Karena ada beberapa tingkatan yang harus dilalui seperti administrasi dan  kelengkapan persyaratan. MIsalnya  sebelum menjadi provinsi, harus ada kota terlebih dahulu. Sehingga dapat memenuhi syarat sebuah pemekaran.

Romanus berpesan kepada anak-anak Papua  dari Merauke, Boven Digoel, Mappi serta Asmat agar bersiap diri dengan baik sekaligus siap berkompetisi juga.

Khusus kepada teman-teman non Papua, agar memberikan dukungan serta kesempatan kepada anak-anak di Papua Selatan. Sehingga mereka mempunyai peran positif dan proporsional dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan  serta pelayanan kepada masyarakat.

“Saya setuju Provinsi Papua Selatan datang. Itu juga bukan untuk kepentingan kita. Usia saya sudah 50 tahun. Hanya tersisa dua sampai tiga kali dalam berkarier di bidang politik. Setelah itu jatuh ke generasi berikut,” katanya.

Menyingung adanya  pro-kontra penolakan Provinsi Papua Selatan lantaran SDM  OAP belum siap, Romanus mengaku semua itu melalui proses. “Saya ibaratkan seorang bayi itu lahir tak mungkin lengkap sekaligus dan langsung jalan,” ujarnya.

Meskipun SDM anak-anak Papua Selatan jumlahnya belum banyak, namun akan terus dilakukan regenerasi. Biarpun pelan tetapi pasti. (LKF)

Tinggalkan Balasan