Kisah Bocah Merauke Tempuh Ribuan Kilometer demi Audisi Beasiswa Bulutangkis

Metro Merauke – Kisah inspiratif selalu muncul dari gelaran Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis 2019. Cerita perjuangan tanpa lelah untuk menggapai cita-cita menjadi pebulutangkis andal melalui PB Djarum jadi sepenggal cerita yang patut dibanggakan.

Seperti dirilis INDOSPORT, salah satunya datang dari bocah asal Merauke, Papua bernama Chelsea Marvelyn Istanto. Dia rela menempuh ribuan kilometer dari ujung timur Indonesia ke Pulau Jawa untuk berjuang dalam audisi dan memperebutkan super tiket.

Awalnya, pebulutangkis berusia 12 tahun mengikuti audisi di Purwokerto yakni di GOR Satria, 8-10 namun gagal. Chelsea tak menyerah. Dua edisi lanjutan yakni di Surabaya dan Soloraya kembali diikuti. Namun lagi-lagi dirinya harus gugur di babak awal.

“Ini audisi keempat yang saya ikuti. Sebelumnya audisi di Surabaya, namun hanya sampai babak ketiga. Tapi saya belum menyerah dan masih ada kesempatan,” ungkap Chelsea kepada awak media termasuk INDOSPORT.

Perjalanan jauh nan melelahkan dari Merauke ke Jawa jelas tak ingin tanpa hasil begitu saja. Pelajar kelas VII SMP Jhon 23 Merauke ini tak patah arang. Ia berencana mencoba lagi audisi umum di GOR Djarum, Jati, Kudus pada 17-19 November mendatang.

“Nanti ikut lagi di Kudus. Ini pulang dulu ke rumah keluarga di Surabaya sambil berlatih dan memperbaiki kekurangan yang ada,” katanya.

Gadis kelahiran 10 Mei 2007 ini ikut audisi bukan sekadar ingin meraih prestasi. Namun, ia ingin dibina PB Djarum sampai menjadi atlet bulutangkis profesional. Selain itu, mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional melalui kemenangannya kelak.

“Butuh banyak latihan dan menjaga stamina. Memperbaiki mental, fisik dan teknik bermain,” ucap pengidola Liliyana Natsir ini.

Penulis: Ronald Seger Prabowo | Editor: Arum Kusuma Dewi

Tinggalkan Balasan