Uncen Diminta Tak Buat Kajian Terkait Masyarakat Adat Mamberamo Raya

Metro Merauke – Anggota DPR Papua dari 14 kursi pengangkatan perwakilan Kabupaten Mamberamo Raya, Yotam Bilasi meminta pihak Uncen Jayapura tidak membuat kajian tanpa sepengetahuan masyarakat asli Mamberamo, khususnya di lima distrik, yakni Distrik Mamberamo Hulu/Dabra, Distrik Roufaer/Kay, Distrik Mamberamo Tengah Timur/Kustra, Distrik Mamberamo Tengah/Kasonaweja dan  Distrk Mambramo Hilir/Trimuris.

“Gubernur jangan terima kajian yang dilakukan pihak Uncen karena kami anggap itu kajian ilegal. Mamberamo sama sekali tidak punya hubungan sejarah dengan wilayah adat Saireri,” kata Yotam Bilasi, Senin (28/10).

Menurutnya,  masyarakat lima distrik di Mamberamo menolak bergabung dengan wilayah adat Saireri. Mereka merupakan bagian dari wilayah adat Tabi, karena masih memiliki hubungan keluarga dan silsilah sejarah dengan masyarakat adat Tabi.

“Sebagai anak asli Maberamo Raya, saya minta jika Uncen mau melakukan kajian, mesti duduk bersama dengan masyarakat lima distrik di Mamberamo agar mendengar penjelasan dari masyarakat,” ujarnya.

Kata Yotam, masyarakat Mamberamo Raya di lima distrik itulah yang akan menentukan akan bergabung dengan wilayah ada mana. Apakah Saireri atau Mamta Tabi.

“Makanya pihak Uncen jangan membuat kajian tanpa sepengetahuan orang asli Mamberamo Raya. Ini sama saja pihak Uncen menciptakan masalah untuk orang asli Mamberamo Raya,” ucapnya. (Arjuna/Redaksi)

Tinggalkan Balasan