081344567070 metromerauke@gmail.com

Uskup Administrator Apostolik KAMe Keluarkan Surat Edaran

Uskup Administrator Apostolik Keuskupan Agung Merauke (KAMe), Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC | LKF

Metro Merauke – Uskup Administrator Apostolik Keuskupan Agung Merauke (KAMe), Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada para pastor, diakon, frater, bruder, suster dan seluruh umat Katolik dalam wilayah Keuskupan Agung Merauke.

Surat dengan nomor 67/UAAKAMe/III/2020 didapatkan juga Metro Merauke Rabu (25/3). “Pertama-tama saya meyakinkan dan meneguhkan kalian semua di masa-masa yang mencemaskan ini dengan tetap kuat dalam iman dan doa-doamu, terutama dalam komunitas dan keluarga masing-masing,” kata Uskup Mandagi.

Mengikuti informasi tentang penyebaran virus corona yang menyebar hampir di seluruh provinsi di Indonesia serta memperhatikan dekrit kongregasi untuk Ibadat Ilahi dan tata tertib sakramen Nomor 153/20 tanggal 19 Maret 2020 tentang perayaan pekan suci di masa Covid-19, juga mempertimbangkan kebijakan dan seruan pemerintah pusat-daerah serta masukan berbagai pihak, maka ada beberapa kebijakan pastoral diambil.

Sejumlah kebijakan itu antara lain pertama, memperpanjang masa darurat peribadatan dengan meniadakan semua bentuk misa, ibadat, devosi, pertemuan pastoral dan kegiatan rohani lainnya dari tanggal 22 Maret sampai 30 April 2020.

Kedua, pelayanan pengurapan orang sakit dan misa pemakaman tetap dilakukan dengan memperhatikan himbauan pemerintah tentang hal kerumunan masa. Olehnya para imam hendaknya memberikan penjelasan yang dapat dipahami oleh keluarga yang meninggal.

Ketiga, selama pemberlakuan masa darurat peribadatan, terutama dalam masa pekan suci, para imam tetap wajib mendaraskan doa-doa harian, melaksanakan devosi dan terutama merayakan ekaristi kudus sesuai kebiasaan di komunitas, biara seminari dan gereja-gereja paroki tanpa melibatkan umat.

Keempat, pelaksanaan misa krisma, pemberkatan minyak dan pembaharuan janji imamat ditunda.

Lima, Selama masa darurat peribadatan, sejak 22 Maret sampai 30 April, perayaan ekaristi dapat dilakukan secara online bagi paroki-paroki yang bisa mengakses internet.

Enam, sumbangan APP dan dana mandiri, tetap dilaksanakan seperti biasa. Berikutnya, ditengah situasi yang mencemaskan ini, gereja-gereja paroki (pastor bersama dewan pastoral) hendaknya  memperhatikan keluarga-keluarga yang mengalami kesulitan terutama dalam hal memenuhi kebutuhan pokok mereka.

Delapan, kebijakan lain menyangkut reksa pastoral Keuskupan Agung Merauke akan diputuskan berdasarkan pantauan dan evaluasi terhadap situasi masyarakat, terutama dalam menghadapi penyebaran virus corona.

Uskup Mandagi juga menghimbau kepada semua umat agar tetap teguh dalam iman, seraya terus mengobarkan harapan bahwa Kristus Sang Kepala Gereja, takkan pernah meninggalkan kita anggota dan tubuh-NYA sesuai janji-NYA.

“Dan ketahuilah, aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman (Mat.28:20),” katanya. (LKF)

Tinggalkan Balasan

Satu Pasien Covid-19 Merauke Sembuh, Tersisa Dua Dirawat di RSUD