Moses Wonijai Tewas Dipanah, Polisi Tembak Kaki Pelaku

Moses Wonijai Tewas Dipanah, Polisi Tembak Kaki Pelaku

Kapolres Merauke, AKBP Agustinus Ary P tunjuk barang bukti panah | LKF

Metro Merauke – Kapolres Merauke, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Agustinus Ary Purwanto menjelaskan, Moses Wonijai, warga Kampung Bupul, Distrik Elikobel  tewas dipanah pelaku IG  di bagian dadanya, sehingga korban meninggal dunia.

Demikian disampaikan Kapolres saat memberikan keterangan pers kepada sejumlah wartawan Rabu (18/3). Menurutnya, kejadian itu berlangsung  9 Maret 2020 sekitar pukul 19.00 WIT.

Saat itu, lanjut Kapolres, korban bersama salah seorang rekannya atas nama Petrus mengkonsumsi minuman keras (miras) sampai mabuk, lalu terjadi cekcok diantara mereka.

Sesaat kemudian, pelaku mengambil busur-anak panah dalam rumah. Namun bapaknya melarang, bahkan sampai memukulinya di kepala. Tetapi pelaku balik menikam bapaknya di tangan menggunakan panah.

Selanjutnya pelaku pergi dari rumah dan dalam perjalanan, bertemu korban Moses. Seketika  juga memanahnya ke arah bagian dada. Beberapa saat kemudian, korban meninggal dunia.

Tidak berhenti disitu, pelaku terus berjalan dan bertemu lagi Yustinus Mekiuw. Lalu dia menusuknya dengan panah  dan mengenai tangan. Setelah itu melarikan diri masuk ke hutan.

Kapolres mengatakan, dari kejadian tersebut, terjadi keributan dan nyaris kerusuhan, lantaran keluarga korban tidak menerima baik perbuatan pelaku. Bahkan keluarga melampiaskan emosi dengan membakar rumah sang pelaku.

“Dengan kejadian dimaksud, anggota dari Polres Merauke dibantu Polsek Bupul melakukan pengamanan di sekitar lokasi,” ujarnya.

“Kami sempat mengalami kesulitan mencari pelaku lantaran masuk bersembunyi di hutan. Setelah empat hari pencarian, akhirnya ditemukan. Hanya saja pelaku memberikan perlawanan. Sehingga anggota melumpuhkan dengan menembak salah satu kakinya,” ungkap Kapolres.

“Memang masyarakat juga memberikan ultimatum kalau pelaku tak segera ditangkap dan diamankan, akan terjadi perang antar kampung di Bupul,” katanya. (LKF)

Kirim Komentar