081344567070 metromerauke@gmail.com

Eligius Mahuze ‘Nahkodai’ Pemuda Katolik Merauke

Ketua Pemuda Katolik Kabupaten Merauke, Eligius Mahuze saat memberikan sambutan | LKF

Metro Merauke – Eligius Mahuze, terpilih sebagai Ketua Pemuda Katolik Kabupaten Merauke ke-VII periode  2020-2023 dalam proses pemilihan yang diikuti 66 peserta  saat masa penerimaan anggota baru (Mapenta) dari tanggal  28 Pebruari sampai 1 Maret di Aula Hotel Asmat.

Setelah terpilih, Eligius Mahuze bersama pengurus, dilantik Ketua Ketua Komisariat Daerah Papua, Alfonsa Jumkon Wayap disaksikan Wakil  Keuskupan Agung Merauke,  Padtor John Kandam, Pr.

Dalam sambutanya, Alfonsa mengingatkan agar  thema Muskomcab Pemuda  Katolik yakni  Bangkit, Berkarya, Militan dan Beriman harus diimplementasikan.

Selain itu, pintanya, kepengurusan yang baru, agar aktif dan komunikatif menjalankan tanggungjawabnya dalam bentuk kerja nyata dengan sikap militan dan menjunjung tinggi nilai- nilai kemanusiaan.

“Pemuda Katolik harus jelih melihat persoalan di tengah kehidupan bemasyarakat. Lalu aktif menilai kebijakan yang belum berpihak kepada kepentingan umum. Juga berani mengkritiisi kebijakan yang tidak memihak kepada kaum lemah,” pintanya.

Sementara Ketua Pemjuda Katolik Kabupaten Merauke, Eligius Mahuze mengungkapkan, dirinya menyadari tak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan para senior dan stakeholder lain.

“Saya juga menekankan pemberdayaan ekonomi pemuda. Setiap  Pemuda Katolik pasti memiliki keterampilan dalam berwiraswasta. Olehnya perlu didorong pengembangan ekonomi kreatif yang berkelanjutan,” pintanya

Dia berharap adanya masukan, saran dan kritik dari semua Pemuda Katolik.

Ketua KNPI  Kabupaten Merauke, Simon Petrus Balagaize menyampaikan apresiasi atas terlaksana hingga terpilihnya Ketua Pemuda Katolik Merauke.

“Saya minta jenjang dan kerja kaderisasi perlu  dibangun terus  melalui sebuah proses. Belajar di organisasi sangat baik guna mengasah  keterampilan,” katanya.

Sementara Pastor John Kandam, Pr  mengajak Pemuda Katolik memberi diri untuk berproses di organisasi kepemudaan. Dengan berorganisasi, setiap pemuda dapat mengasah diri secara rutin sehingga banyak keterampilan dan pengalaman  pasti didapatkan.

“Ikut  organisasi  itu jangan minder, harus siap mengkritisi situasi yang terjadi di tengah masyarakat. Lalu bertanggungjawab jika diberikan tugas. Tidak banyak mengeluh,” pintanya. (LKF)

Tinggalkan Balasan

Satu Pasien Covid-19 Merauke Sembuh, Tersisa Dua Dirawat di RSUD