081344567070 metromerauke@gmail.com

Semua Umat Katolik Wajib Terima Abu

Penerimaan abu saat perayaan Rabu Abu yang berlangsung di Gereja  Katedral St. Fransiskus  Merauke

Metro Merauke – Pastor John K Kebu, OFM mengatakan, bagi umat Katolik, hari ini adalah Rabu Abu. Semua umat baik anak-anak, orang dewasa hingga orang tua, akan ditandai  abu di dahi.

“Memang ada dua cara yakni tanda salib di dahi dan juga cara ditaburkan di ubun-ubun,” ungkap Pastor John dalam khotbahnya pada perayaan Rabu Abu di Gereja Katedral St. Fransiskus Merauke Rabu (26/2) yang diikuti ratusan anak-anak TK dan SD serta para guru.

Pastor juga  mengingatkan kepada umat agar tanda salib di dahi tak boleh dihapus. Biarkan terhapus sendiri. “Bukan kita saja di Merauke menerima abu, tetapi umat Katolik lain di seluruh dunia juga. Itu sebagai tanda pertobatan massal,” ujarnya.

Bagi umat Katolik, pertobatan massal itu waktunya telah disediakan oleh gereja setiap tahun pada masa puasa atau masa tobat atau masa pra paskah. Lalu semua umat Katolik wajib menerima abu.

“Memang ada pertanyaan menyangkut pantang dan puasa. Pantang adalah mengurangi atau meniadakan hal-hal yang menjadi kebiasaan yang merugikan pribadi serta orang lain,” ungkapnya.

Pastor mencontohkan, jika seharian anak-anak atau orang besar bermain handphone, selama masa puasa, agar membatasi diri dan tidak menggunakan.

Sedangkan untuk puasa, katanya, tidak makan banyak seperti biasa. Misalnya kalau sehari tiga kali makan dengan jumlah banyak, pada puasa dapat dikurangi.

“Kita lebih longgar dalam berpuasa. Artinya boleh makan dan minum, tetapi perlu dikurangi sambil mengingat orang-orang menderita yang mungkin sehari tidak makan sama sekali,” katanya.

“Dengan berpuasa, kita mengurangi makan dan minum dan bisa disumbangkan kepada orang lain yang kekurangan. Cara menyumbang sudah diatur  gereja dengan memberiakan aksi puasa. Biasanya anflop dibagikan ke setiap kepala keluarga untuk diisi. Selanjutnya pada Jumat Agung, dikumpulkan ketika kita  mencium salib,” ujarnya. (LKF)

Tinggalkan Balasan

Polda Papua: Tidak Benar KKB Merampas Ribuan Amunisi TNI/Polri