Biadap, Suami Tega Bunuh Isterinya

Pelaku pembunuhan isterinya yang diapit polisi saat Kapolres Merauke berikan keterangan pers | IST

Metro Merauke – Biadap! Kata ini pantas disematkan kepada AT yang tega membunuh isterinya EB (21).  Korban ditemukan tidak bernyawa disamping pohon kelapa sawit dalam areal milik PT Agro Cipta Persada, Distrik Muting, Kabupaten Merauke.

Dari hasil pengembangan penyelidikan, kurang lebih dari 24 jam, pelaku langsung diciduk aparat kepolisian di Polsek Muting. Kini AT telah dibawa ke Polres Merauke, sekaligus dijebloskan ke sel tahanan  mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kapolres Merauke, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ary Purwanto saat memberikan keterangan pers kepada sejumlah wartawan Kamis (13/2) menjelaskan, korban ditemukan salah seorang pekerja pada Rabu 12 Pebruari 2020 di dalam area perkebunan kelapa sawit.

Saat ditemukan, lanjut Kapolres, korban tergeletak di samping pohon kelapa sawit dan sudah tak bernyawa. Seketika juga, saksi langsung melaporkan kepada kepolisian setempat.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dipimpin Kapolsek Muting, Ipda Harmando bersama anggotanya, korban meninggal akibat mengalami kekerasan. Lalu ditemukan adanya luka dan lebam di bagian tubuhnya.

Dijelaskan, dugaan sementara korban dibunuh oleh suaminya sendiri yakni AT, setelah berbagai informasi dikumpulkan. Setelah diciduk, dia pun mengakui perbuatan telah membunuh isterinya.

Kapolres mengaku awal mula percecokan hanya karena jajanan. Rupanya pertengkaran sempat terjadi dan pelaku memukul korban. Sehingga  ia melarikan diri ke lokasi perkebunan kelapa sawit dengan tujuan menelpon keluarganya di Tanah Miring.

Setelah di perkebunan kelapa sawit, korban sempat diajak pelaku pulang. Tetapi korban menolak. Lalu pelaku mengayunkan pisau dapur yang dibawanya ke wajah korban dan seketika juga jatuh tersungkur.

Setelah melakukan perbuatan kurang ajar itu, pelaku pergi meninggalkan isterinya begitu saja.

Akibat perbuatan tersebut, pelaku dijerat pasal 351 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. (LKF)

Tinggalkan Balasan