Pemkab Dinilai Lamban Tangani Banjir Rob di Waan

Pemkab Dinilai Lamban Tangani Banjir Rob di Waan

Wakil Ketua II DPRD Merauke, Dominikus Ulukyanan

Metro Merauke – Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Merauke, Dominikus Ulukyanan mengatakan, Pemerintah Daerah Merauke, Papua dinilai lamban dalam penanganan banjir rob, khususnya yang terjadi di Distrik Waan.

Diketahui, Rabu pagi (12/2), banjir rob kembali melanda di Distrik Waan. Kepala Distrik setempat telah meminta agar pemerintah segera mengirimkan bantuan bahan makanan berupa beras. Mengingat tanaman bahan makanan milik warga telah rusak terendam banjir.

“Tidak mungkin saat cuaca seperti ini kapal akan berlayar membawa bantuan ke sana (Waan), pasti dilarang dan harus menunggu cuaca normal. Pemerintah bisa dinilai lamban dalam penanganan bencana,” ujarnya kepada Metro Merauke, Rabu (12/2).

Dijelaskannya, sebagai langkah antisipasi adanya bencana banjir, khususnya di Distrik Waan, memang telah dilakukan dan dibahas bersama sejak awal.

Baca juga: Kembali, Banjir Rob Melanda 11 Kampung di Waan, Warga Butuh Bantuan

“Seharusnya, kebutuhan bahan makanan yang sudah disiapkan itu sudah dikirim lebih awal ke Waan. Sekarang kita lihat di Pantai Lampu Satu saja ombak sudah besar. Untuk ke Waan harus lagi menunggu cuaca baik terlebih dahulu,” katanya.

Ulukyanan menilai, Pemerintah Daerah sudah semestinya memberikan perhatian khusus untuk masyarakat di daerah tersebut. Mengingat, Distrik Waan diketahui sebagai penyumbang PAD dari sektor perikanan.

“Bencana banjir bertepatan pada hari jadi Kota Merauke ke-118. Sebagai daerah penyumbang PAD, sudah seharusnya pemerintah memberikan perhatian khusus,”ujarnya.

Menanggapi permasalahan tersebut, Wakil Bupati Merauke, Sularso mengatakan, Pemkab akan segera bergerak mengirim bantuan yang menjadi prioritas bagi masyarakat di Distrik Waan. Baik berupa bahan pangan maupun penanganan masalah kesehatan pasca banjir.

Diakuinya kejadian banjir ini bukan pertama kali terjadi. Sebagai langkah antisipasi, pada masa tertentu seperti sekarang ini, melalui pemerintah distrik juga telah disosialisasikan kepada warga untuk dapat direlokasi atau pergeseran ke daerah yang lebih aman.

“Pemerintah sudah mencoba dan berkeinginan merelokasi warga ke dataran yang lebih tinggi, namun warga memilih bertahan di tempat tinggalnya kini. Kita terus memilikirkan langkah apa yang lebih baik, mengingat daerah itu menjadi daerah yang rawan air pasang, kita tidak kehendaki warga alami kesulitan,” pungkasnya. (Nuryani)

Kirim Komentar