Dinsos Merauke Akan Usulkan Program Bansos dan e-Warung Berjalan Sekaligus

Dinsos Merauke Akan Usulkan Program Bansos dan e-Warung Berjalan Sekaligus

Kadis Sosial Merauke, Yohanes Samkakai | LKF

Metro Merauke – Dinas Sosial Kabupaten Merauke akan mengusulkan ke Kementerian Sosial agar program bantuan sosial (bansos) rastra dan  sembako dengan menggunakan kartu e-warung berjalan sekaligus.

“Memang program bansos rastra yang berjalan selama ini diganti namanya dengan program sembako. Dimana penyaluran  menggunakan kartu e-warung.  Namun tidak berjalan sejak September 2019 sampai awal 2020 sekarang,” katanya saat ditemui sejumlah wartawan Selasa (11/2).

Dikatakan, pihaknya diundang Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Merauke beberapa waktu lalu untuk memaparkan program baru tersebut. Namun semua anggota dewan melakukan penolakan.

“Kenapa dewan melakukan penolakan, karena menyulitkan masyarakat di kampung-kampung lokal terutama di daerah pedalaman. Apalagi BRI yang ditunjuk sebagai bank yang menyediakan e-warung, hanya fokus di tingkat distrik  melakukan pelayanan,” katanya.

“Bagaimana masyarakat di kampung-kampung yang hanya ke distrik mengambil beras, susu dan telur dengan nilai Rp 110.000  (tahun 2019), sementara biaya sewa speed boat jauh lebih mahal. Dengan begitu, program ini bukannya membantu tetapi menyulitkan,” tegasnya.

Dikatakan, selama ini program rastra berjalan sangat lancar. Distribusi beras untuk masyarakat hingga kampung-kampung, tidak mengalami kendala serius. Ketika namanya diubah menjadi sembako dengan sistem kartu e-warung, jelas lebih membingungkan.

Sesuai rencana, dalam waktu dekat, dewan bersama pemerintah akan ke Jakarta sekaligus bertemu kementerian terkait guna membicarakan kembali program dimaksud.

“Saya akan mengusulkan dua sistem sekaligus yakni program bansos dan e-warung. Dimana dua distrik yakni Semangga dan Merauke, menggunakan program e-Warung. Sedangkan distrik lain masih dengan program lama,” katanya. (LKF)

Kirim Komentar