081344567070 metromerauke@gmail.com

Ribuan Botol Miras Ilegal Diamankan di Jalan Trans Papua

Ribuan botol miras yang diamankan di Jalan Trans Papua | Jubi/IST

Metro Merauke –  Sebanyak 128 kardus berisi minuman keras illegal diamankan di jalan Trans Papua, Distrik Elikobel, Kabupaten Merauke. Dari ratusan kardus tersebut setelah dihitung, terdapat 5.076 botol miras dari beberapa jenis.

Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 411/PDW, Kostrad Mayor Inf Rizky Aditya dalam rilis yang diterima Minggu (9/2) mengatakan,  miras itu diamankan pada Kamis 6 Pebruari 2020 sekitar pukul  19.45 WIT.

Saat itu, lanjut Dansatgas, Wadanpos bersama sembilan anggota melakukan pemeriksaan terhadap setiap kendaraan yang melintas, termasuk truk.

Oleh karena membawa barang bawaan cukup banyak,  truk dimaksud dihentikan. Setelah diperiksa, ditemukan enam kardus berisi vodka 250 ML, 86 kardus miras jenis whisky robinson 650 Ml, 17 kardus anggur merah dan 13 kardus guines. Jadi total keseluruhan adalah 128 kardus.

Dikatakan, miras illegal dimaksud adalah milik salah seorang warga di Mandobo, Kabupaten Boven Digoel berinisial AB (48) tahun. Sedangkan sopir pengangkutnya adalah R (40) tahun.

Ditambahkan, kini ribuan botol miras telah diserahkan ke Polsek Bupul untuk diproses lebih lanjut. “Apa yang kami lakukan tidak lain menekan peredaran miras di wilayah perbatasan RI-PNG sebagaimana dilarang dalam Pergub Papua Nomor 15 Tahun 2013 yang tidak lain melindungi masyarakat dari ancaman miras,” ungkapnya.

Sementara Pimpinan SMJ Merauke, Charles Gomar mengatakan, ratusan kardus yang berisi miras yang disita adalah milik PT SMJ. “Kami juga mempertanyakan apa dasar hukumnya dilakukan penahanan. Itu minuman legal bercukai. Setiap pergerakan minuman beralkohol harus disertai dengan administrasi,” ujarnya.

Lalu, menurutnya, penahanan dilakukan masih dalam wilayah Merauke. “Ijin kita juga dalam wilayah Merauke. Nah saya pertanyakan lagi alasan apa untuk penahanan. Minuman beralkohol diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan. Bukan seperti narkoba yang benar-benar dilarang,” ujarnya.

Ditambahkan, ada dokumen yang dibawa saat miras dihantar, termasuk surat jalan. “Memang menurut  AB minuman hendak dibawa ke Boven Digoel,” katanya.

Saat ini, kata dia, pihaknya sedang melakukan koordinasi. Bisa jadi petugas di lapangan belum memahami tata cara perdagangan distribusi minuman beralkohol.

Ditanya jika minuman telah diserahkan ke Polsek Bupul, Charles mengatakan itu hal baik, karena merupakan kewenangan kepolisian. Nantinya akan dilihat apakah legal atau illegal. (LKF)

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Polda Papua: Tidak Benar KKB Merampas Ribuan Amunisi TNI/Polri