Pemilik Ulayat Tuntut Ganti Rugi, Ketua Rt Yobar: Saya Serba Salah

Mathias Tuhepary, Ketua RT Yobar | LKF

Metro Merauke – Meskipun pintu masuk di lokalisasi Yobar dibuka, namun para pekerja seks komersial (PSK) tidak diizinkan menerima tamu dalam kamar untuk ‘kuda-kudaan.’

Dengan demikian, dalam beberapa hari terakhir, tak ada pendapatan yang diperoleh puluhan PSK.

Sementara Ketua RT Yobar, Kelurahan Samkai, Kabupaten Merauke, Mathias Tuhepary mengaku pemilik ulayat meminta segera dilakukan pembayaran ganti rugi. “Saya ini bingung dan serba salah. Karena begitu dipalang,  saya harus ke Dinas Sosial untuk melakukan koordinasi,” ujarnya.

Baca juga: Lokalisasi Yobar Masih Dipalang, PSK Juga Dilarang ‘Kuda-Kudaan’ dengan tamu

Belum lagi, menurutnya, ada surat dari Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Marind Imbuti  agar mengikuti pertemuan besok di kantor LMA membicarakan penyelesaian tanah di lokalisasi Yobar.

“Saya diminta harus membawa dokumen berupa surat-surat yang berkaitan dengan kepemilikan tanah Yobar. Sementara tak ada selembar di tangan,” ungkapnya.

Meski demikian, Mathias mengaku akan tetap menghadiri pertemuan sebagaimana biasa. Sekaligus mendengar secara langsung apa yang akan disampaikan LMA.

“Harapan saya juga pejabat dari Dinas Sosial Kabupaten Merauke hadir dalam pertemuan. Karena tuntutan ganti rugi pemilik ulayat, dialamatkan kepada pemerintah,” katanya. (LKF)

1 Komentar

Tinggalkan Balasan