Lokalisasi Yobar Dipalang, Aksi ‘Esek-Esek’ Terhenti

Lokalisasi Yobar Dipalang, Aksi ‘Esek-Esek’ Terhenti

Lokalisasi Yobar dipalang pemilik ulayat | LKF

Metro Merauke – Pemalangan kembali dilakukan pemilik ulayat. Kali ini yang disasar adalah lokalisasi Yobar, Kelurahan Samkai, Kabupaten Merauke.

Aksi pemalangan dilakukan pemilik ulayat, Linus Samkakai dengan memasang janur di pintu masuk lokalisasi. Juga tulisan dengan menggunakan selembar tripleks.

Pantauan Metro Merauke Selasa (21/1), pemalangan dilakukan sejak pagi tadi. Sehingga  aksi ‘esek’esek’ pekerja seks komersial (PSK)  melayani tamu  untuk sementara waktu terhenti.

Ketua RT Yobar 19, Kelurahan Samkai, Mathias Tuhepary mengaku, kurang lebih 100 orang tinggal di sejumlah barak. Sedangkan PSK berjumlah sekitar 75 orang.

“Dengan pemalangan seperti begini, sudah pasti PSK tidak bisa melayani tamu seperti biasa. Saya juga tidak tahu kapan bisa dibuka kembali,” ujarnya.

Dikatakan, tentunya ada dampak kepada para PSK. Karena sudah pasti mereka tak mendapatkan penghasilan dari para tamunya.

Sementara pemilik ulayat, Linus Samkakai mengaku mereka mengambil langkah melakukan pemalangan, karena belum ada penyelesaian ganti rugi tanah oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke selama ini.

“Kami sudah menunggu terlalu lama. Karena tidak ada kepastian, sehingga atas kesepakatan keluarga dilakukan pemalangan,” ujarnya.

Dia mengaku tuntutan ganti rugi yang diminta keluarga kepada pemerintah adalah Rp 800 juta. “Ya kalau sudah dibayar, kami akan buka sasi di pintu masuk,” ungkapnya. (LKF)

Kirim Komentar