081344567070 metromerauke@gmail.com

Mobil Penyapu Jalan Hanya Bisa Beroperasi Subuh

Mobil penyapu jalan yang sedang beroperasi di salah satu ruas jalan untuk menyedot debu | LKF

Metro Merauke – Mobil penyapu jalan hanya bisa dioperasikan pada subuh mulai pukul 04.00 WIT-06.00 WIT untuk menyedot debu maupun sampah-sampah di pinggir jalan dan itu rutin setiap hari.

Pantauan Metro Merauke Rabu (8/1) di sejumlah titik seperti di depan Kantor Bupati Merauke, kantor DPRD,  wilayah Lingkaran Brawijaya (Libra) maupun depan Gedung Negara serta beberapa titik lain, terlihat mobil beroperasi sebagaimana biasa dengan menyedot abu serta sampah-sampah yang ada di pinggir badan jalan.

Di mobil tersebut hanya terdapat seorang sopir. Dimana bersangkutan menjalankan kendaraan sekaligus mengoperasikan alat menyedot sekaligus menyapu jalan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Merauke yang ditemui terpisah mengatakan, mobil penyapu jalan tidak bisa beroperasi pagi hari, harus subuh. “Biasanya persiapan mulai pukul 02.30 WIT. Lalu sopir beroperasi mulai pukul 04.00-06.00 WIT di sejumlah titik mulai dari Gedung Negara, Raya Mandala, bandara, kantor bupati, Libra hingga beberapa tempat lain,” katanya.

Baca juga: Mobil Penyapu Jalan Operasi Empat Jam Tiap Hari

Mobil tersebut, menurut Harmini, tidak bisa dioperasikan pagi atau siang hari. Karena nanti kerepotan dengan kendaraan roda dua maupun roda empat lain yang sedang melintas atau parkir.

“Kita juga menghindari hal-hal yang tidak diinginkan jika mobil penyapu jalan beroperasi pagi atau siang hari,” katanya.

Jika masyarakat ingin melihat langsung mobil beroperasi, silahkan datang subuh. Pasti akan menemukan di sejumlah titik operasi tersebut. “Kapan saja datang, karena setiap  hari (subuh) pasti mobil beroperasi sebagaimana biasa,” ujarnya.

“Memang hanya sopir sendiri mengoperasikan mobil bersama peralatan untuk menyapu jalan. Namun ada roda tiga ikut dari belakang mengambil sampah maupun abu yang disedot,” ujarnya.

Khusus gang-gang kecil, mobil tak bisa beroperasi. Tetapi ada petugas  akan menyapu secara manual. “Saya juga perlu sampaikan bahwa tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap para penyapu jalan termasuk pekerja taman yang berjumlah 193 orang. Semua tetap bekerja sebagaimana biasa,” ungkap Harmini. (LKF)

Tinggalkan Balasan

Satu Pasien Covid-19 Merauke Sembuh, Tersisa Dua Dirawat di RSUD