081344567070 metromerauke@gmail.com

Warga Boven Digoel Sulit Dapatkan BBM, Ini Penjelasan Pertamina

Ilustrasi BBM habis

Metro Merauke – Dalam beberapa hari terakhir masyarakat Boven Digoel, Papua kesulitan mendapatkan BBM jenis premium atau bensin. Terakhir, harga eceran untuk BBM yang satu ini, harganya menembus hingga Rp50 ribu/per liter.

Anggota DPRD Boven Digoel, Yanuarius Sesewano mengaku, warga sangat kesulitan mendapatkan BBM setelah beberapa waktu belakangan ini, 3 APMS yang beroperasi di wilayah itu tak membuka pelayanan, menyusul kehabisan stok BBM.

Warga semakin resah, mana kala menjelang hari raya Natal lalu, kebutuhan masyarakat mulai meningkat sedangkan BBM di Boven Digoel kian langka.

“Harusnya pihak APMS sudah mengantispasi, dengan penyediaan stok yang memadai. Sekarang BBM sudah mahal sekali jauh dari kewajaran, harganya mencapai Rp30 ribu hingga Rp50 ribu/per liter. Ini di kota Tanah Merah, bagaimana dengan di kampung-kampung,” ujarnya kepada Metro Merauke, kemarin.

Menurutnya, kondisi ini sangat mempengaruhi aktivitas warga di Boven Digoel.

Untuk mengetahui pasti penyebab kelangkaan BBM di Boven Digoel, ia mengaku akan mempertanyakan langsung ke Pertamina Merauke sebagai penyuplai stok BBM di wilayah tersebut.

Sementara itu menurut Sales Brent Manager (SBM) III Jayapura, Risal Arsyad membenarkan adanya kekosongan stok premium di 3 APMS Boven Digoel. Pasalnya, karena tersendatnya pasokan BBM yang dikirim dari Pertamina Merauke menuju Tanah Merah melalui jalur sungai.

“Ini karena kapal pengangkut BBM dari pihak ke tiga terlambat masuk ke Tanah Merah, Boven Digoel. Harusnya tiba tanggal 24 Desember, namun kapal tersebut baru tiba Jumat kemarin (27/12),” jelasnya kepada Metro Merauke, Sabtu (28/12).

Pihaknya memastikan, setelah dilakukan pendropingan BBM ke daerah, secara berangsung kondisinya akan kembali normal.

“BBM jenis premium yang didroping ke Tanah Merah jumlahnya dapat bertahan hingga dua pekan ke depan,” pungkasnya. (Nuryani)

Tinggalkan Balasan

Polda Papua: Tidak Benar KKB Merampas Ribuan Amunisi TNI/Polri