081344567070 metromerauke@gmail.com

Gelar Diskusi Publik, Stisipol Yaleka Maro Bahas Pemekaran Papua Selatan

Suasana pelaksanaan diskusi publik yang digelar Stisipol Yaleka Maro Merauke

Metro Merauke – Melihat masih adanya pro dan kontra mengenai wacana pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua Selatan, Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Yaleka Maro Merauke, melalui senat kemahasiswaan mengadakan diskusi publik, dengan tema “Pemekaran Provinsi Papua Selatan, Menguntungkan Siapa?”.

Kegiatan yang berlangsung, Kamis (12/12) dihadiri peserta dari berbagai kalangan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda serta pemangku kebijakan, dan seluruh perwakilan civitas yang ada di kota Merauke.

Salah satu narasumber, Josafat Fonataba dari akademisi mengatakan, wacana pemekaran perlu dilihat dari seluruh aspek, sehingga hasil dan tujuannya benar-benar tertuju pada amanat undang-undang 1945, yakni masyarakat adil dan makmur.

Katanya, tindak lanjut dari diskusi kali ini, akan dibuat dalam bentuk dua rekomendasi besar yang akan diteruskan ke pihak-pihak terkait, utamanya di 4 kabupaten selatan Papua.

“Rekomendasi tersebut tentunya berangkat adanya masukan maupun pendapat, baik yang pro dan kontra atas pemekaran. Tentunya dilandaskan dengan alasan-alasan dan catatan yang bersifat realistis,” ucapnya.

Katanya, dalam diskusi terungkap, sebagian besar menyepakati adanya pemekaran. “Dengan catatan, pemimpin daerah ke depan lebih proteksi terhadap orang asli Papua. Selain itu masalah infrastruktur, ekonomi, serta pendidikan harus diperhatikan secara merata. Sedangkan ada peserta diskusi yang tidak sepakat, karena lebih memperhatikan undang-undang 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah serta kesiapan hal-hal yang berhubung dengan proses pemekaran itu sendiri” terangnya.

Ketua Panitia, Sayd Ahmad Madrid menjelaskan, digelarnya diskusi publik tersebut, merupakan bagian dari selektif kerangka berfikir mahasiswa dalam melihat persoalan di daerah.

“Ini langkah awal mahasiswa yang harus digenjot. Berawal dari isu daerah, jika kita mampu memetakan masalah, kedepan isu-isu besar dunia kita pun mampu menyikapinya. Misalnya isu masyarakat ekonomi Asean, bonus demografi tahun 2030 dan revolusi industri 4.0,” tukasnya. (Sayd Ahmad Madrid)

Tinggalkan Balasan

Polda Papua: Tidak Benar KKB Merampas Ribuan Amunisi TNI/Polri