Tidak Diperhatikan, Puluhan Atlet PON Papua Mengadu ke DPR Papua 

Tidak Diperhatikan, Puluhan Atlet PON Papua Mengadu ke DPR Papua 

Atlet foto bersama dengan pimpinan sementara DPR Papua usai menyampaikan keluhannya

Metro Merauke – Puluhan atlet Papua dari berbagai cabang olahraga atau cabor yang kini mempersiapkan diri bertanding saat Pekan Olahraga Nasional (PON) XX pada 2020, mengadu ke DPR Papua, Jumat (13/12).

Para atlet ini mengadu ke lembaga dewan lantaran merasa tidak diperhatikan berbagai pihak yang bertanggung jawab mempersiapkan atlet.

Perwakilan atlet, Gatot Sulaeman mengatakan sejak lima bulan terakhir atlet telah melakukan pemusatan latihan. Ini merupakan bagian dari atlet mempersiapkkan diri untuk bertanding pada PON XX di Papua, September 2020 mendatang.

Para atlet dituntut dapat menyumbang medali saat PON, akan tetapi kata Gatot Suleman fasilitas latihan, kebutuhan nutrisi, transportasi dan akomodasi mereka tidak dipenuhi.

“Khusus peralatan, perlengkapan latihan dan fasilitas latihan, itu yang sangat urgen buat kami. Semoga apa yang kami sampaikan ini bisa ditindaklanjuti dan bisa terealisasi kepada kami seluruh atlet dalam waktu secepatnya,” kata Gatot Sulaeman.

Menurut atlet binaraga itu, pelatih dan pengurus berbagai cabor sudah empat kali mengajukan permintaan pengadaan kebutuhan atlet kepada pengurus KONI Papua.

Akan tetapi pihak KONI menyatakan kewenangan tersebut ada pada pengurus Pusat Latihan Provinsi atau Puslatprov. Ketika pihaknya mengajukan ke Puslatprov, Puslatprov menyatakan semua kembali ke KONI.

“Kami bingung mau mengadu ke mana lagi sehingga kami datang ke DPR Papua,” ujarnya.

Pimpinan sementara DPR Papua, Jhony Banua Rouw mengatakan pihaknya akan menindalanjuti keluhan para atlet tersebut dengan mengundang pengurus KONI, Puslatprov dan pengurus setiap cabang olahraga.

“Sebagai tuan rumah PON, kita mesti memanfaatkan kesempatan itu untuk berprestasi,” kata Jhony Banua Rouw. (Arjuna/Redaksi)

 

Kirim Komentar

Metro Merauke
Kirim WhatsApp