081344567070 metromerauke@gmail.com

Pemkab Merauke Anaktirikan Masyarakat Marind-Buti

Sejumlah masyarakat Marind-Buti sedang foto bersama | LKF

Metro Merauke – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke dinilai menganaktirikan masyarakat Marind-Buti yang nota bene adalah pemilik negeri dalam wilayah kota ini.

Hal itu disampaikan perwakilan masyarakat Marind-Buti, Petrus Kaway Ndiken dan Ananias Gebze saat memberikan keterangan pers kepada sejumlah wartawan Senin (9/12). Hadir saat keterangan pers belasan masyarakat setempat. “Kami merasa dianaktirikan di atas negeri sendiri. Pembangunan sama sekali tak menyentuh orang Buti,” ungkap Petrus K Ndiken.

Dari tahun ke tahun, kehidupan masyarakat Buti seperti begini terus. Tidak pernah mengalami kemajuan. Beda dengan orang non Papua yang terus maju dengan menikmati hasil kekayaan orang Marind.

“Kami terus berteriak meminta adanya perhatian kepada Pemkab Merauke. Namun sepertinya para pejabat sudah menutup mata,” kritik dia.

Pemkab Merauke, menurutnya, seperti tak menyadari kalau tanah milik orang Marind Buti dari Pantai Lampu Satu hingga perbatasan Kuprik, telah dimanfaatkan untuk kepentingan orang non Papua yang datang, tinggal dan hidup disini.

Hal serupa disampaikan Ananias Gebze. “Kami sudah memberikan semuanya untuk pemerintah maupun masyarakat non Papua. Namun timbal baliknya tidak ada sama sekali,” ungkapnya.

Lebih lanjut Ananias mengatakan, sumber pendapatan orang Marind-Buti juga tidak ada lagi. Untuk bertani sudah tak mungkin,  karena lahan dikuasai non Papua.

Begitu juga untuk melaut, telah dikuasai pendatang. Bahkan alat tangkap baik jaring maupun kapal bantuan pemerintah, justru tidak didapatkan orang Marind-Buti.

“Kita hanya tahu saja ada bantuan alat tangkap bagi nelayan. Tetapi begitu didistribusikan, bukannya kepada nelayan lokal orang Buti. Tetapi  untuk nelayan pendatang. Ini sangat menyakitkan dan mengecewakan,” tegasnya.

Berbagai cara telah dilakukan termasuk mendatangi Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Merauke  mempertanyakan bantuan alat tangkap dimaksud. “Ya jawaban mereka sudah didistribusikan, tetapi siapa yang terima kami tidak tahu,” katanya.

Padahal, menurutnya, telah ada beberapa kelompok sudah dibentuk. Hanya saja penyaluran bantuan dimaksud tidak tepat sasaran kepada orang Marind-Buti.

Diapun menyoroti berbagai kegiatan pembangunan fisik lain yang lebih cendrung diberikan kepada orang lain. Padahal ada sejumlah pengusaha orang Marind memiliki keahlian untuk bisa menyelesaikan. (LKF)

Tinggalkan Balasan

Polda Papua: Tidak Benar KKB Merampas Ribuan Amunisi TNI/Polri