Figur Muda dalam Pilkada, ‘Ciwe Pemimpin Milenial’

Figur Muda dalam Pilkada, ‘Ciwe Pemimpin Milenial’

Fransiskus Ciwe (kemeja putih) saat menyerahkan berkas pendaftaran bakal calon bupati di Partai Golkar Merauke, belum lama ini

Metro Merauke – Dari ujung timur matahari terbit Kota Merauke, Papua, hadir sosok anak muda orang asli Papua (OAP) yang progresif, otentik, dan jujur yang satu ini, memantapkan diri siap maju dan bertarung dalam pesta demokrasi Pilkada 2020.

Adalah Fransiskus Ciwe, yang lebih akrab dipanggil Ciwe, juga sebagai Ketua DPP Pemuda Marind Anim. Dengan slogan ‘Benahi Merauke’, dirinya mengaku memiliki sederet program kerja untuk memajukan Merauke ke depan.

Katanya, generasi baru atau ‘Generasi Milenial’ dengan cara pandang dan perilaku berbeda dari generasi sebelumnya, mulai dipercaya menjadi pemimpin besar tahun ini.

“Generasi ini juga confidence, mereka sangat percaya diri, berani mengemukakan pendapat. Mereka juga berani berdebat di media sosial tanpa memandang siapa lawan bicaranya. Connected juga menjadi karakter lain generasi milenial. Mereka pandai bersosialisasi, yang dilihat dari jejak mereka dibanyak media sosial,” ujarnya.

Ia mencontohkan, orang nomor satu di Indonesia, Presiden Joko Widodo mengangkat generasi milenial ini menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud). Siapa lagi kalau bukan Nadiem Makarim (35). Ia mencatatkan diri sebagai menteri termuda di Indonesia.

Dikancah politik pun tak jauh berbeda, kemampuan generasi milenial tidak bisa diremehkan, sejumlah politikus muda mendapatkan amanah sebagai kepala dan wakil kepala daerah. Muhammad Nur Arifin (28), misalnya, menjadi Bupati Trenggalek, Jawa Timur periode 2019-2024. Ia pun tercatat sebagai bupati termuda di Indonesia.

Menurut Ciwe, generasi yang tumbuh di era digitalisasi membuat pemuda tidak lagi berkerja dan bertindak secara konvensional.

“Generasi kita ini terbiasa mendapatkan tanggapan instan dan cepat. Sangat menyukai segala sesuatu yang bisa diperoleh dengan mudah dan cepat. Budaya lama yang cenderung berbelit-belit tak cocok dan menjadi pemberat bagi kami generasi muda ini,” katanya.

Sehingga, sambung Ciwe, dengan kehadiran pemimpin milenial, semoga mampu membawa perubahan dan harapan baru untuk masyarakat Merauke.

“Sekali lagi bukan sebagai SDM usia produktif yang tak berkualitas sehingga menimbulkan banyak masalah, mulai dari pengangguran hingga tingkat kriminalitas yang tinggi,” tegas Ciwe dengan mantap. (Redaksi/Advetorial)

Kirim Komentar

Metro Merauke
Kirim WhatsApp