Heribertus Silubun Sah Jadi Anak Marind dan Diberi Marga Kaize Takafanem

Heribertus Silubun Sah Jadi Anak Marind dan Diberi Marga Kaize Takafanem

Heribertus Silubun bersama mamanya saat prosesi adat di Kampung Wapeko| LKF

Metro Merauke – Bertempat di Kampung Wapeko, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, Heribertus Silubun dinyatakan sah sebagai anak Marind dan diberi marga Kaize  serta  nama Takafanem.

Dengan demikian, nama lengkapnya menjadi Heribertus Silubun Kaize Takafanem. Kegiatan prosesi disaksikan sekitar 100-an orang dari sejumlah kampung seperti Okaba, Kuemsit, Poo, Anim Ha serta perwakilan kota.

Kasimirus Kaize, salah seorang tokoh adat yang ditemui sejumlah wartawan Kamis (28/11/) mengatakan, ritual dilakukan, karena melihat pelayanan yang dilakukan Heribertus Silubun menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Merauke kepada  orang Marind di kampung-kampung  sangat besar.

Mama dari Heribertus Silubun bersama salah seorang keluarga sedang menerima atribut adat dari keluarga Kaize | LKF

“Selain itu, komunikasi dan hubungan baik terus dibangun dari tahun ke tahun. Sehingga kami orang Marind mengangkatnya sebagai anak adat dan masuk dalam marga Kaize dan diberi nama Takafanem,” katanya.

Dengan menyandang marga serta nama tersebut, Heribertus Silubun Kaize Takafanem, resmi menjadi anak Marind dan siap berlaga dalam pertarungan pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun depan.

Dalam kesempatan itu, marga Kaize memberikan sejumlah atribut adat mulai dari tebu, pisang, sagu, kelapa dan lain-lain kepada keluarga besar Silubun yang diterima mamanya bersama salah satu keluarga sekaligus dibawa pulang.

“Ini sebagai ucapan terimakasih kepada keluarga besar Silubun yang telah menyerahkan anaknya Heribertus kepada kami untuk masuk marga Kaize,” ujarnya.

Sementara itu, Heribertus Silubun Kaize Takafanem mengaku secara adat, dirinya telah diterima secara adat  sejak tahun 2018. Karena  hubungan baik bersama Vincentius Kaize yang terus  dirajut.

“Oleh karena komunikasi yang terus dibangun, beliau mengajak saya untuk dikukuhkan secara adat,” ujarnya.

Dikatakan, hari ini adalah sebuah proses budaya dan merupakan kebiasaan yang dilakukan secara turun temurun berupa ritual seorang anak dari marga satu diserahkan ke marga lain.

“Keluarga Silubun menyerahkan saya kepada keluarga Kaize. Sehingga menyandang marga Kaize dengan nama Takafanem,” katanya.

Heribertus mengaku, sejak menjadi pengacara, banyak telah membantu orang Marind secara cuma-cuma. Ketika menjadi anggota DPRD Merauke, juga ikut menyuarakan kepentingan orang Marind. Hanya saja ia menyadari keterbatasan kewenangan yang diberikan.

“Ketika orang Marind dan semua rakyat memberikan dukungan  kepada saya sebagai Bupati Merauke, akan lebih banyak saya lakukan untuk rakyat,” ujarnya.

Disinggung polemik berbagai kalangan tentang pengangkatan dirinya sebagai anak adat, Heribertus mengatakan itu adalah dinamika yang berkembang dalam suatu proses demokrasi dan tetap dihargai. Karena semua orang mempunyai hak berbicara.

“Rekan-rekan wartawan dapat melihat dukungan masyarakat Marind terhadap saya dari sejumlah kampung maupun distrik. Tentunya ini adalah murni tanpa rekayasa,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Heribertus menjelaskan ada pihak tertentu menuduhnya telah melakukan transaksi uang dengan membayar kepada para ketua adat, sehingga dirinya masuk dalam marga Kaize.

“Saya bukan orang kaya. Untuk maju ini saja, karena pertolongan dari Tuhan,” katanya.

“Sekali lagi saya membayar kepada masyarakat Marind dengan perhatian, kepedulian serta kasih sayang sejak bekerja di tanah ini. Jadi tak ada materi berupa uang saya berikan,” ungkap dia. (LKF)

Kirim Komentar