081344567070 metromerauke@gmail.com

Harry Ndiken Duga Dana Hearing yang Diterima  30 Anggota DPRD 2014-2019 Hanya untuk Perkaya Diri

Intelektual Marind, Harry Ndiken | LKF

Metro Merauke – Salah seorang Intelektual Marind, Harry Ndiken kembali bersuara lantang mengkritisi dan menyoroti dana hearing yang diterima 30 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Merauke periode 2014-2019.

“Kalau ada indikasi negara, harus diproses hukum dong. Karena tak ada asas manfaat didapatkan oleh masyarakat, sekalipun ada Peraturan Bupati (Perbup) Merauke,” tegas Harry yang dihubungi Metro Merauke Jumat (15/11).

Dana ratusan juta yang diterima wakil rakyat terhormat itu, semata-mata diduga dimanfaatkan memperkaya diri sendiri. “Pesan saya, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua yang menangani kasus tersebut, tidak main-main, harus diusut tuntas sesuai hukum yang berlaku,” pintanya.

Baca juga: Soal Dana Hearing, Hengky: Kita Harus Berjiwa Besar Jika Ditetapkan Tersangka

“Ini adalah uang rakyat dan mereka sedang menanti suatu keadilan. Jangan sampai kasusnya tenggelam begitu saja,” kritik dia.

Lalu, pintanya,  kasus  dimaksud tidak dijadikan sebagai ATM berjalan. Ingat bahwa banyak kasus korupsi terjadi di Papua, termasuk Kabupaten Merauke, tetapi tak kunjung diusut.

Diharapkan Kejati berpihak kepada hukum dan rakyat. Tidak mencari keuntungan disitu.

Ditegaskan,  dari kasat mata penglihatannya, dana hearing yang diterima, membuat dewan menjadi kaya mendadak.  Dimana ada dugaan dimanfaatkan membeli mobil, rumah dan lain-lain.

Ditanya sikap Hengky Ndiken yang menyatakan siap menjadi tersangka jika adanya kerugian negara, Harry menegaskan, itu  namanya orang gentlemen.  Mestinya sesama anggota dewan lain juga demikian.

“Harus beranti tampil bicara, sehingga masyarakat mengetahui. Jangan begitu kasusnya menguap ke permukaan dan ditangani kejaksaan, semuanya berdiam diri,” katanya.

Harry  kembali meminta agar kejaksaan tidak hanya memeriksa  anggota dewan saja, tetapi juga Sekretaris Dewan (Sekwan) maupun bendahara. Karena sudah pasti mereka mengetahui secara pasti dan jelas, berapa banyak anggaran  dikeluarkan. (LKF)

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Polda Papua: Tidak Benar KKB Merampas Ribuan Amunisi TNI/Polri