081344567070 metromerauke@gmail.com

Pesparani I Katolik, Ajang Membangun Solidaritas Sesama Umat dalam NKRI

Metro Merauke –  Asisten II Setda Provinsi Papua, Muhammad Musa’ad menyatakan ajang pesta paduan suara gerejani atau Pesparani I Katolik tingkat Provinsi Papua bukan hanya sekadar media untuk perlombaan paduan suara, bernyanyi Mazmur, bertutur kita suci, dan cerdas cermat rohani. Lebih dari itu Pesparani I Katolik sebagai ajang membangun solidaritas, dan semangat persaudaraan di antara sesama umat dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pernyataan itu dikatakan Muhammad Musa’ad saat mewakili Gubernur Papua dalam pembukaan Pesparani I Katolik di Auditorium Uncen, Distrik Abepura, Kota Jayapura pada Kamis malam (14/11).

“Pesparani I Katolik ini bukan ajang kompetisi biasa. Tapi sebagai salah satu media dan sarana untuk memperteguh iman kepada Tuhan yang Mahakuasa, sekaligus dalam rangka mempererat hubungan sosial antara sesama manusia,” kata Muhammad Musa’ad.

Menurutnya jika, melihat situasi Bangsa dan Negara Indonesia akhir-akhir ini maka sepantasnya Persparani I Katolik dilihat sebagai satu momentum untuk meningkatkan kebersamaan, solidaritas dan rasa kekeluargaan di antara kita sebagai sesama anak bangsa, maupun sebagai saudara yang hidup di Tanah Papua.

“Kegiatan Pesparani ini tidak hanya melibatkan orang Katolik, juga umat dari agama lain berpartisipasi langsung dalam kegiatan ini. Ini menunjukkan bahwa kita semua sepakat bahwa perbedaan adalah kodrat,” ucapnya.

Katanya, jumlah peserta Pesparani I Katolik dari 14 kabupaten yang berjumlah 1.660 orang merupakan awal yang baik. Diharapkan pada ajang Pesparani masa mendatang dapat bertambah. Sebagai tuan rumah, Kota Jayapura diharapkan memberikan pelayanan terbaik.

“Mari kita tunjukan kepada semua orang, bahwa keberagaman di tanah Papua dapat membawa sukacita. Dari negeri matahari terbit inilah, kita semua sebarkan cinta kasih untuk menyinari Indonesia,” ujarnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Jayapura, Frans Pekey mengatakan dengan pelaksanaan Pesparani I Katolik tingkat Provinsi Papua lebih menumbuhkembangkan, dan memupuk rasa persaudaraan serta toleransi antarumat beragama.

“Kami bersyukur dengan ditunjuknya Kota Jayapura sebagai pelaksana Pesparani I Katolik. Ajang ini semakin memupuk dan menyatukan persaudaraan antara umat Katolik dengan semua umat beragama di kota ini,” kata Frans Pekey.

Sebagai ibu kota Provinsi Papua, penduduk Kota Jayapura berasal dari berbagai suku, agama, ras, golongan dan budaya berbeda. Pelaksanaan Pesparani yang melibatkan semua agama menunjukkan keharmonisan antarumat beragama.

“Ini menunjukkan adanya keberagaman. Bukan perbedaan tetapi menunjukkan kekuatan dan keharmonisan kehidupan umat beragama. Selamat datang dan bertanding kepada 14 kontingen perwakilan dari 14 kabupaten/kota di Papua,” ujarnya.

Menurutnya, sebagai tuan rumah Pemerintah Kota Jayapura menyiapkan sebanyak 13 bus sebagai sarana transportasi dan kebutuhan lainnya. Diharapkan kegiatan tersebut memberikan pesan damai untuk semua kalangan.

“Saya juga mengapresiasi penampilan kelompok Qasidah Az Zahra dari Masjid Raya Jayapura yang tampil pada acara pembukaan,” ucapnya. (Arjuna/Redaksi)

 

Tinggalkan Balasan

Satu Pasien Covid-19 Merauke Sembuh, Tersisa Dua Dirawat di RSUD