Terdakwa Demonstrasi Rusuh Jayapura Mulai Disidangkan 

Terdakwa Demonstrasi Rusuh Jayapura Mulai Disidangkan 

Suasana sidang terdakwa demonstrasi rusuh di Kota Jayapura

Metro Merauke – Sebanyak 16 dari 27 terdakwa demonstrasi rusuh di Kota Jayapura pada 29 Agustus 2019, menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jayapura Kelas IA sejak dua hari terakhir.

Dalam sidang perdana pada Rabu (6/11/2019), sebanyak empat terdakwa menjalani persidang dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum atau JPU. Pada sidang kedua, Kamis (7/11/2019), sebanyak 12 terdakwa lainnya juga menjalani persidangan dengan agenda yang sama.

Para terdakwa didakwa pasal berbeda. Ada di antaranya didakwa pasal 170 ayat (1) dan ayat (2) KUHP, dan beberapa lainnya didakwa Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

Koordinator tim advokasi untuk orang asli Papua, Teguh Sugeng Santoso yang bersama beberapa rekannya memberikan pendampingan hukum kepada para terdakwa mengatakan, setelah persidangan pihaknya memiliki waktu beberapa hari membuat eksepsi sebelum sidang lanjutan yang akan digelar pada 13 November 2019.

“Hari ini ada tujuh perkara ya. Itu kami akan membuat eksepsi. Eksepsi kami nanti kita sampaikan. Poinnya bahwa perkara ini bukan perkara pidana semata. Tidak bisa menyederhanakan masalah,” kata Teguh Sugeng Santoso kepada usai sidang, Kamis (07/11).

Menurutnya, kerusuhan dalam demonstrasi di Kota Jayapura beberapa waktu lalu, yang melibatkan para terdakwa dilatarbelakangi berbagai hal, di antaranya pelanggaran HAM, dan penindasan terhadap orang asli Papua.

Katanya, para terdakwa bersama demonstran lainnya ketika itu melakukan protes sebagai ungkapan kegalauan mereka atas nasib bangsanya yang direndahkan martabatnya.

“Itu pasti ada latar belakang yang panjang. Kami akan mengungkap itu nanti dalam eksepsi kami. Ada latar belakang yang harus dipahami oleh pengadilan ini,” ujarnya. (Arjuna/Redaksi)

Kirim Komentar

Metro Merauke
Kirim WhatsApp