Stasiun Pompa Air PDAM Dipalang, Pelanggan Terancam Krisis Air

Stasiun pompa air di Parakomando yang tengah dipalang warga pemilik ulayat

Metro Merauke – Sudah dua hari ini, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Merauke, Papua tidak dapat melayani pasokan air ke pelanggan secara maksimal.

Setelah Jumat kemarin (1/11), Stasiun pompa air milik PDAM yang berada di Jalan Parakomando dipalang warga yang mengklaim sebagai pemilik ulayat.

Baca juga: Stasiun Pompa Air di Jalan Parakomando Dipalang, Pemilik Ulayat Minta Pembayaran Rp 1 Miliar

Direktur PDAM Merauke, Katarina Rapar mengungkapkan, tidak sedikit pelangganya yang terdampak adanya pemalangan tersebut.

Katanya, dari stasiun pompa air di Parakomando itu, memiliki cakupan layanan pelanggan cukup luas di perkotaan. Semisal untuk pelanggan diseputaran Jalan Polder, wilayah Pelabuhan hingga Mopah Baru, dipastikan sementara waktu tidak mendapatkan pasokan air PDAM.

“Kita tidak bisa hidupkan mesin pompa karena kunci ruang pompa ditahan mereka (pemilik ulayat). Termasuk akses untuk masuk ke stasiun pompa air sangat terbatas, pintu gerbang dipalang,” terangnya.

Pihaknya belum dapat memastikan kapan suplai air dapat kembali normal dijalankan, mengingat aksi pemalangan hingga kini masih berlangsung.

“Kita sudah coba lakukan komunikasi, warga tetap minta untuk harus ketemu Bupati Frederikus Gebze terlebih dahulu. Jadi sampai sekarang masih dipalang,”ujarnya.

Kepada pelanggan yang saat ini tidak teraliri air, Direktur PDAM Merauke menyampaikan permohonan maaf, sembari berharap permasalahan tersebut dapat segera terselesaikan dengan baik. (Nuryani)

1 Komentar

Tinggalkan Balasan