Ketika Mereka Peduli Terhadap Inestasia

Ketika Mereka Peduli Terhadap Inestasia

Bantuan yang dihantar Kepsek SD YPPK St. Agustinus Bampel-Merauke, Sr. Monica Simarmata bersama para guru dan anak murid | LKF

Metro Merauke – Salah satu rumah yang terbakar beberapa hari lalu di Jalan Biak, Kelurahan Mandala adalah rumah  tempat tinggal Inestasia bersama orangtuanya.

Inestasia adalah murid Kelas V SD Yayasan Pendidikan Persekolahan Katolik (YPPK) St. Agustinus Bampel-Merauke. Kebakaran rumah tersebut, tersiar  dengan cepat termasuk ke para guru maupun anak-anak di sekolah tersebut.

Atas prakarsa Kepala Sekolah SD YPPK St. Agustinus Bampel-Merauke, Sr. Monica Simarmata, lalu diumumkan kepada  ratusan anak murid agar ikut berempati sekaligus menyumbangkan apa saja yang dimiliki kepada Inestasia.

Teman-teman sekelas Inestasia saat berada di rumahnya sekaligus menghibur dan memotivasinya | LKF

Saat dihubungi Metro Merauke melalui telpon selulernya Rabu (9/10), Suster Monica  mengatakan, pihaknya mendapat informasi dari sesama guru kalau rumah yang terbakar adalah milik orangtua Inestasia.

“Sebagai tindaklanjutnya, kami membuat aksi dengan menginformasikan kepada semua anak agar menyumbangkan apa saja yang dimiliki, entah dalam bentuk pakaian, makanan, beras, alat tulis dan lain-lain,” ungkapnya.

Setelah diumumkan, lanjut suster, hari ini sebagian besar barang telah terkumpul. Lalu siang ini juga  akan dihantar ke rumah Inestasia. Selain guru yang ikut, juga teman-teman sekelasnya. Sekaligus bisa menghiburnya.

Ditambahkan, sebelum semua anak murid  memberikan sumbangan,  ternyata teman-teman sekelas Inestasia sudah bersepakat mengumpulkan uang jajan yang diberikan orangtua dimanfaatkan membeli sejumlah kebutuhan.

“Jadi seragam sekolah dan alat tulis serta beberapa kebutuhan lain telah disiapkan teman-temannya juga,” ungkapnya.

Ditambahkan, bantuan yang disumbangkan itu,  tak ada unsur pemaksaan kepada anak didik melalui orangtuanya. “Apa saja diberikan, kami terima dan hantar ke Inestasia,” ujarnya. (LKF)