Dramatis, Cerita Korban Selamat Kerusuhan Wamena

Dramatis, Cerita Korban Selamat Kerusuhan Wamena

Ratusan pengungsi dari Wamena saat tiba di Bandara Mopah Merauke

Metro Merauke – Ada sederet kisah dramatis yang dituturkan korban kerusuhan di Wamena, Papua.

Kejadian sepekan lalu tentunya masih tetap membekas dalam ingatan warga. Salah satunya Congkini (50), asal Probolinggo, yang mengaku telah tinggal dan merantau di Wamena delapan tahun silam sebagai sopir angkutan umum.

Menggunakan pakaian yang hanya di badan, Congkini (50) menyelamatkan diri berlindung di Polsek

Ia menggambarkan, kegaduhan hebat yang terjadi Senin (23/9), merupakan peristiwa mencekam yang tidak pernah terjadi selama ini.

Katanya, daerah Wamena selama ini dikenal aman dan damai. “Kejadian masih pagi. Awalnya pelajar mulai ribut-ribut, disusul massa mulai anarkis. Merusak dan membakar kantor maupun rumah dan harta benda warga,” ucapnya.

Tempat tinggalnya, di kos, letaknya tidak jauh dari lokasi kejadian. “Mobil saya juga tidak terselamatkan, ikut dibakar massa,”katanya.

Dalam situasi demikian, lanjutnya, harta benda sudah tak lagi difikirkan. Congkini hanya teringat akan keluarganya yang ditinggal di kampung halaman.

“Yang ada dibenak saya, ini sudah kacau dan saya harus menyelamatkan diri.”

Hanya mengenakan pakaian di badan, pria paruhbaya berusaha sekuat tenaga untuk lolos dari maut, lari dan berlindung di Polsek yang berjarak 50 meter dari rumahnya.

Hal yang memilukan, dalam upaya penyelamatan diri itu, Congkini sempat melihat rekannya, tukang ojek terkapar di aspal Jalan Papua dalam kondisi tak bernyawa. Ia mengaku sedih, saat itu tak dapat berbuat apa-apa.

“Saya kenal mayat itu, tapi karena situasi, saya terus berlari menuju Polsek terdekat,” tuturnya.

Kini, ia bersama ratusan orang dari Wamena tengah berada di penampungan sementara Pemkab Merauke.

“Sementara saya akan kembali ke kampung untuk bertemu keluarga. Saya minta kereka tidak lagi khawatirkan nasib saya, karena sudah dibantu tinggal sementara di Merauke dengan nyaman,” tutupnya.

Para pengungsi berharap, kondisi di Wamane dapat segera pulih dan normal kembali. (Nuryani)