Demo Damai di Merauke, Bupati Didesak Pulangkan Mahasiswa dari Kota Studi

Demo Damai di Merauke, Bupati Didesak Pulangkan Mahasiswa dari Kota Studi

Aksi demo di halaman Kantor Bupati Merauke

Metro Merauke – Forum Solidaritas Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Papua, Senin (30/9) turun ke jalan melakukan aksi demo damai di halaman Kantor Bupati Merauke.

Aksi dengan koordinator lapangan, Agusta Maria mulai bergerak jam 09.00 WIT. Massa menuntut Pemerintah Daerah Merauke, dalam hal ini Bupati Frederikus Gebze untuk segera memulangkan seluruh mahasiswa Merauke yang tengah studi di luar Provinsi Papua.

Selain itu, permintaan yang sama dari pendemo juga ditujukan untuk Pemkab Asmat, Mappi dan Boven Digoel.

“Di Merauke dikatakan aman, tapi di luar sana sedang kacau. Kita minta semua mahasiswa yang ada di luar daerah di pulangkan,” ujar Agusta dalam orasi.

Para pendemo diterima langsung Sekda Merauke, Daniel Pauta dan sejumlah pejabat di Pemkab setempat. Nampak hadir pula tokoh masyarakat selatan Papua, Johanes Gluba Gebze.

Pemkab Siap Bantu Pemulangan Mahasiswa
Massa juga mendesak untuk dapat bertemu langsung Bupati Frederikus Gebze guna menyampaikan pernyataan sikap mereka. Hanya saja, karena bupati saat itu tengah berada di Makassar, Sulawesi Selatan bertemu mahasiswa di sana, Sekda memutuskan melakukan komunikasi langsung via telepon selular untuk menyapa pendemo.

Bupati menyebut, dirinya telah bertemu langsung dengan sejumlah mahasiswa Papua yang studi di Makassar.

Sebagai tindaklanjutnya, akan dilakukan komunikasi bersama 3 bupati lainnya di selatan Papua berkaitan pemulangan mahasiswa kembali ke daerah.

“Pemkab Merauke siap membantu pemulangan mahasiswa dari kota studi,” kata bupati via telepone.

Sekda menambahkan, Bupati Merauke berkomitmen akan memulangkan mahasiswa, sehingga dibutuhkan pendataan mahasiswa secara akurat. “Kita bentuk tim bersama untuk untuk memulangkan mahasiswa di kota studi. Didalamnya juga mahasiswa dilibatkan,” ujarnya.

Di tempat yang sama tokoh masyarakat, Johanes Gluba Gebze mengatakan, data pelajar dan mahasiswa yang studi di luar daerah sangat dibutuhkan pemerintah, berkaitan dengan anggaran yang dibutuhkan.

“Sudah disepakati akan dipulangkan mahasiswa dari kota studi. Yang sudah selesai berfikir, rencanakan dan dibahas lalu mulai kerjakan. Segera bentuk tim dan jangan terlalu buang waktu,” tukasnya.

Aksi demo berlangsung aman dan tertib, setelah melakukan orasi di halaman kantor bupati dilanjutkan dengan dialog bersama untuk pembentukan tim pemulangan mahasiswa dari kota studi yang akan melibatkan berbagai komponen masyarakat. (Nuryani)