Situasi Kota Wamena Berangsur Normal Pasca-Demonstrasi Rusuh 

Situasi Kota Wamena Berangsur Normal Pasca-Demonstrasi Rusuh 

Ilustrasi demonstrasi siswa SMA di Kota Wamena beberapa hari lalu - IST

Metro Merauke – Kepolisian Daerah Papua menyatakan situasi Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya dan aktivitas warga di wilayah itu berangsur-angsur normal, pasca-demonstrasi rusuh pada Senin (23/09).

Kabid Humas Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Ahmad Mustofa Kamal mengatakan sebanyak enam orang pelajar ditangkap pasca-demonstrasi suruh dan kini masih menjalani pemeriksaan.

Data kepolisian menyebut, demonstrasi rusuh di Wamena menyebabkan sebanyak 29 orang meninggal dunia, 76 korban luka, 80 unit mobil dan 30 sepeda motor dibakar, juga 150 rumah dan ruko dibakar.

“Kantor yaitu kantor bupati, PLN, kantor kejaksaan, kantor urusan agama dan kantor BLH. Ini untuk perkantoran yang dibakar. Sedangkan ada beberapa kantor lagi yang dirusak. Baik dilempar benda keras maupun dipukul oleh benda-benda keras,” kata Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal, Rabu petang (25/09).

Menurutnya, meski situasi Kota Wamena mulai kondusif, akan tetapi hingga kini sekitar 2.000 warga masih mengungsi di Polres Jayawijaya, Kodim, rumah ibadah dan kantor DPRD Jayawijaya.

“Kemarin ada enam warga yang luka dirujuk ke Jayapura untuk pengobatan lebih lanjut karena di sana gangguan listrik sehingga dokter tidak bisa melakukan operasi. Selain itu, ada sekitar 100 warga lain yang dievakuasi ke Jayapura,” ujarnya.

Katanya, yang diprioritaskan dievakuasi ke Jayapura adalah korban luka yang perlu pengobatan intensif, korban meninggal dunia, dan warga dari luar Wamena yang saat itu berada di Wamena. Baik sebagai wisatawan maupun untuk urusan pekerjaan.

“Korban meninggal dunia baru lima orang yang kemarin dievakuasi dari Wamena ke Jayapura. Tadi pagi kelima jenazah sudah diantar ke alamat tujuan (diserahkan ke pihak keluarga,” ucapnya. (Arjuna/Redaksi)