Pendulang Emas di Minim Berdatangan di Kampung Mabul-Korowai

Pendulang Emas di Minim Berdatangan di Kampung Mabul-Korowai

Danramil  1707-8/Agats, Kapten Inf Hermanus Kopong | Foto/IST

Metro Merauke – Ratusan pendulang emas di Minim-Yahokimo yang diserang  sekitar 100 orang menggunakan senjata tajam, melarikan diri ke hutan. Kini sebagian sudah berada di Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel dan ditampung disana.

Sementara informasi terbaru dari Danramil  1707-8/Agats, Kapten Inf Hermanus Kopong yang dihubungi Metro Merauke Kamis (5/9) mengatakan, saat ini sekitar 120 orang baru tiba di Kampung Mabul, Distrik Korowai, Kabupaten Asmat.

“Saya ditelpon Babinsa Mabul, Serka Ali dan menyampaikan 120 pendulang emas barusan  tiba di kampung tersebut. Nantinya mereka akan melanjutkan perjalanan menuju Yahukimo, sekaligus terbang dengan pesawat pulang ke kampung halaman,” ungkapnya.

Para pendulang, menurutnya, memilih tak ke Agats. Karena sulitnya transportasi. “Kini mereka sedang mencari speedboat untuk melakukan perjalanan melalui jalur air menuju Yahukimo,” katanya.

Kopong menambahkan, beberapa hari lalu, pasca informasi penyerangan, para pedagang yang berjualan di Kampung Mabul, mengungsi ke Distrik Suator. Alasanya karena ada informasi kelompok dimaksud akan masuk ke kampung tersebut.

“Saat ini situasi sudah aman dan mereka telah kembali ke Kampung Mabul dan berjualan seperti biasa. Umumnya adalah pedagang dari beberapa daerah,” ujarnya. (LKF)