Pemilik  Ribuan Miras Ilegal  Harus Diproses Hukum

Pemilik  Ribuan Miras Ilegal  Harus Diproses Hukum

Intelektal Marind, Harry Ndiken | LKF

Metro Merauke – Salah seorang Intelektual Marind, Harry Ndiken meminta  agar pemilik minuman keras (miras) sebanyak 3000-an botol yang disita Satuan Tugas (Satgas) di Kalimaro beberapa waktu lalu, harus diproses secara hukum.

Penegasan itu disampaikan Harry Ndiken kepada Metro Merauke Senin      (26/8/2019). “Tak boleh ada kata ampung kepada pemilik miras itu. Harus diproses hingga ke pengadilan oleh aparat penegak hukum,” pintanya.

Harry juga meminta 3000-an botol miras illegal itu,  langsung dimusnahkan disana. Sebelum pemusnahan, undang juga  para jurnalis Merauke ikut menyaksikan sekaligus mempublikasikan agar semua orang tahu.

“Kalau dbawa ke Merauke lagi, bisa saja ada kongkalikong dibangun pemilik bersama pihak lain,” ungkapnya.

Dikatakan, Kabupaten Merauke harus bebas dari miras. “Saya pernah diskusi dengan beberapa anggota DPRD, katanya miras juga menjadi salah satu  sumber pendapatan asli daerah (PAD),” katanya.

“Untuk mendapatkan PAD, tidak hanya  dengan miras. Masih ada sumber lain yang dapat digali,” ungkapnya.

Dia juga mendesak kepada pemerintah agar distributor serta pengecer miras di Merauke yang menjual, harus dicabut izinnya. Karena jumlahnya terlalu banyak.

“Intinya miras dibumihanguskan di Bumi Anim Ha. Karena selama ini orang Papua membeli dan minum, karena baik distributor maupun pengecer menyediakan,” katanya. (LKF)