Hinaan Rasisme, Romanus Mbaraka: Siapapun Juga Pasti Tidak Setuju

Hinaan Rasisme, Romanus Mbaraka: Siapapun Juga Pasti Tidak Setuju

Tokoh Masyarakat Merauke, Romanus Mbaraka | LKF

Metro Merauke – Tokoh Masyarakat Kabupaten Merauke, Romanus Mbaraka menegaskan, hinaan rasisme oleh oknum tertentu di Surabaya, Malang dan Semarang terhadap mahasiswa Papua yang sedang studi disana, sudah pasti tak akan diterima siapapun.

“Tuhan menciptakan kita di bumi  tidak membedakan dari warna kulit,ramput serta latar belakang kehidupan,” tegas Romanus kepada Metro Merauke Kamis (22/8).

Dikatakan, kalau melihat seluruh agama yang diyakini, semua lahir dari satu bapa dan satu mama. “Kita berasal sama dari Adam serta Eva. Sehingga siapapun juga, pasti  tak akan menerima hinaan rasisme, apalagi hal kemanusiaan,” tegasnya.

“Untuk kita di Merauke, saya memohon dengan rendah hati  menerima tindakan itu dengan tidak setuju.  Namun  harus tetap menghargai kehidupan yang sudah diwariskan yakni kebersamaan,” pintanya.

“Kita hidup bertahun-tahun secara bersama dan kenal satu sama lain tanpa melihat suku ini dan itu. Olehnya, kebersamaan perlu terus dirajut. Apalagi kita sepakat dengan semboyan Izakod Bekai-Izakod Kai, Satu hati Satu Tujuan,” pintanya.

Masyarakat Merauke, pintanya, agar tak terpengaruh. “Nenek moyang kita disini, tidak membuat hal hal yang membuat orang ribut tentang suku, keluarga dan lain-lain,” ujarnya.

Romanus menegaskan, semua orang tidak suka dengan sebutan rasisme. Namun  harus  sepakat untuk terus hidup bersama dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

NKRI, menurutnya, haga mati yang harus diwujudkan dalam kebersamaan. “Saya berharap  orang Merauke tak terpancing,” pintanya lagi.

Dijelaskan, secara nasional telah ditegaskan bahwa hinaan rasisme tak boleh dilakukan. Karena dunia telah mengecam juga. “Secara pribadi, saya tidak setuju juga,” ungkapnya.

“Kita tak pernah ditakdirkan lahir sebagai orang hitam maupun putih serta agama manapun. Semuanya berasal dari satu turunan. Untuk itu, stigma rasisme harus harus dihilangkan dari sekarang,” pintanya.

“Saya  berharap  masyarakat Merauke tak mengeluarkan hinaan seperti demikian. Karena nantinya bisa merusak kebersamaan yang telah dibangun selama ini,” katanya. (LKF)