5 Obat yang Sebaiknya Dihindari Diminum Bersama Susu

5 Obat yang Sebaiknya Dihindari Diminum Bersama Susu

Ilustrasi susu | Shutterstock

Metro Merauke – Seorang asisten rumah tangga di Serpong, Tangerang, diketahui mencampurkan susu yang dikonsumsi anak majikannya dengan obat alergi, cetirizine. Cerita ini viral setelah dibagikan ibu anak tersebut melalui akun Instagram-nya. Kejadian tersebut menyebabkan si anak yang meminum susu campur obat itu tidur yang terlalu lama.

Melansir laman National Health Service, cetirizine sebenarnya bisa diminum dengan susu, air putih, maupun jus. Akan tetapi, dengan ketentuan batas aman, dan seharusnya hanya digunakan ketika pasien tersebut memang diindikasikan membutuhkan obat tersebut.

Cetirizine merupakan obat alergi, golongan obat keras yang penggunaannya harus hati-hati dan sebaiknya dikonsultasikan kepada dokter. Cetirizine juga bukan obat tidur, tetapi memiliki efek samping yang menyebabkan kantuk.

Mencampur obat dengan susu juga tidak dianjurkan karena ada beberapa obat yang memiliki reaksi apabila dicampur dengan susu. Berikut ini beberapa obat yang tidak disarankan dicampur dengan susu dan bisa menimbulkan reaksi:

1. Tetrasiklin
Antibiotik Tetrasikilin tidak disarankan untuk diminum bersama susu.

Hal ini karena pemakaian tetrasiklin bersamaan dengan susu atau makanan yang mengandung ion kalsium, magnesium atau ion besi dapat terbentuk khelat yang larut yang bisa mengurangi kemampuan absorbsinya. Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of the American Academy of Dermatology, menyebutkan, susu menurunkan absorbsi tetrasiklin sebesar 65 persen , dan makanan sebesar 46 persen.

Adapun beberapa nama dagang antibiotik tetrasiklin yang beredar di masyarakat adalah Sanlin, Soltralin 500, Super Tetra, serta Tetrin.

2. Quinolon
Golongan antibiotik quinolone sangat disarankan untuk tidak diminum bersama-sama dengan susu. Golongan antibiotik quinolone di antaranya ciprofloxacin, levofloxacin, ofloksasin, dan norfloksasin.

Melansir drugs.com, konsumsi antibiotik golongan quinolone seperti ciprofloksasin bisa mengurangi aktivitas antibiotik tersebut. Hal ini karena konsumsi produk susu maupun yogurt dapat mengurangi aktivitas antibiotik golongan quinolon.

Mekanismenya, kalsium dan quinolone menghasilkan bioavailabilitas yang menurun.

3. Mercatopurine
Mercatopurine merupakan obat yang digunakan untuk terapi pada penderita leukemia limfoblatik akut dan leukemia myelogenous kronis. Salah satu kandungan dalam susu adalah xanthine oksidase (XO).

Merujuk jurnal “Interaction between Mercaptopurine and Milk” terbitan Badan Kanker British Columbia, data in vitro dan in vivo menunjukkan bahwa asupan susu sapi secara bersamaan dapat mengurangi ketersediaan hayati mercaptopurine. Interaksi ini mungkin signifikan secara klinis. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk tidak mengonsumsi mercatopurine dengan susu secara bersamaan.

4. Obat-obatan penambah darah
Obat-obatan yang difungsikan sebagai penambah darah umumnya memiliki kandungan zat besi. Melansir laman resmi Departemen Kesehatan Australia Selatan, sangat tidak dianjurkan mengonsumsi tablet atau cairan zat besi dengan teh, kopi, susu, coklat, cola atau anggur karena minuman-minuman ini akan mengurangi jumlah serapan zat besi dalam tubuh.

5. Na. Bicarbonate
Obat ini kerap digunakan untuk terapi meredakan sakit maag maupun gangguan pencernaan. Na. Bicarbonat atau sering disebut baking soda sebaiknya tidak dikonsumsi bersama dengan susu.

Melansir Mayo Clinic , konsumsi obat ini bersamaan dengan susu atau produk susu dapat meningkatkan risiko timbulnya efek samping yang dimiliki Na. Bicarbonat. Selain itu, penggunaan Na. Bicarbonate dengan susu dapat meningkatkan risiko timbulnya sindrom susu-alkali.

Sindrom susu alkali merupakan sebuah kondisi di mana darah mengandung banyak kalsium sehingga berbahaya bagi kondisi ginjal seseorang. (Nur Rohmi Aida)

Sumber: Kompas