Uskup Ambonia: Saya Diperintahkan Paus Jadi Administrator Apostolik Keuskupan Agung Merauke

Uskup Ambonia: Saya Diperintahkan Paus Jadi Administrator Apostolik Keuskupan Agung Merauke

Uskup Ambonia, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC | LKF

Metro Merauke – Uskup Ambonia, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC menegaskan, dirinya diperintahkan oleh Paus di Vatikan untuk menjadi Administrator Apostolik Keuskupan Agung Merauke.

Penegasan itu disampaikan Uskup Ambonia saat memberikan sepata dua kata pada peringatan masuknya Gereja Katolik di Papua Selatan yang dilangsungkan di Patung Hati Kudus Yesus Rabu (14/8). “Bahwa, tetap ada Uskup Agung Merauke, Mgr. Nicolaus Adi Seputra, MSC. Hanya saja, kekuasaannya dicabut Paus,” ungkapnya.

“Tidak tahu, apakah suatu waktu Mgr Nicolaus Adi Seputra, MSC dikembalikan menjadi Uskup Agung Merauke, itu merupakan urusan  Paus,” katanya.

Olehnya, pinta Uskup, umat tidak coba-coba melakukan demonstrasi dan menuntut pergantian, karena itu adalah urusan Uskup. “Kita bukan gereja berantakan. Memang banyak gereja, namun berantakan. Kita memiliki hirarki tersendiri,” ungkapnya.

“Atas perintah Paus, makanya saya datang kesini. Jadi bukan karena kemauan pribadi. Saya cuma menjawab kepada Dubes Vatikan, ketika diminta menjadi Administrator Apostolik Keuskupan Agung Merauke,” katanya.

“Lalu karena saya sayang Keuskupan Agung Merauke, makanya saya siap sedia, titik dan tak ada komentar. Jadi, kami datang mengabdikan diri  disini,” ujarnya.

Dikatakan, hal ini perlu disampaikan kepada umat, karena kadang para pastor salah menerangkan juga. Sekaligus tak ada perbincangan lagi.

“Kita tak boleh berkelahi. Ingat gereja bukan organisasi politik. Olehnya, jangan ada tokoh gereja bermanuver dan membangun kelompok. Ini organisasi gerejani  yang harus diwarnai cinta kasih. Bukan membangun persaingan,” tegasnya.

“Saya juga minta para pastor menjadi contoh serta teladan. Jangan saling membunuh karakter. Mari kita memulai dengan yang baru,” pintanya. (LKF)