Disandera Kelompok Tak Dikenal, Anggota Polda Papua Ditemukan Tewas

Disandera Kelompok Tak Dikenal, Anggota Polda Papua Ditemukan Tewas

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Ahmad Mustofa Kamal

Metro Merauke – Seorang anggota polisi Polda Papua bernama Brigadir Satu (Briptu) Heidar yang bertugas di Kabupaten Puncak, Papua ditemukan tewas pada Senin (12/08) sekitar pukul 17.30 WIT.

Korban ditemukan tewas pasca-disandera sekelompok orang tak dikenal di Kampung Usir, Kabupaten Puncak beberapa jam sebelumnya.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Ahmad Mustofa Kamal mengatakan, sebelumnya rekan korban Brigadir Kepala (Bripka) Alfonso Wakum melaporkan jika Briptu Heidar dibawa oleh sekelompok orang di Kampung Usir.

Menurutnya, ketika itu sekitar pukul 11.00 WIT, korban berboncengan dengan Bripka Alfonso melintas di Kampung Usir. Seorang warga yang dikenali oleh Briptu Heidar memanggil korban. Bripka Alfonso yang mengemudikan kemudian menghentikan sepeda motor yang dikendarai keduanya.

“Briptu Heidar kemudian menemui orang yang memanggilnya karena ia mengenalinya, sementara Bripka Alfonso menunggu di motor. Saat Briptu Heidar sedang berbicara dengan orang tersebut, muncul sekitar delapan orang dan langsung membawa Briptu Heidar,” kata Kombes Pol A.M. Kamal, Senin (18/08).

Katanya, karena kalah jumlah dan tidak membawa senjata, Alfonso langsung meninggalkan lokaso dan melaporkan kejadian itu ke pos polisi di Kago, Kabupaten Puncak.

Pascamenerima informasi itu, Kapolres Puncak, Bupati Puncak, dan para tokoh masyarakat (agama) di wilayah itu berupaya bernegosiasi dengan kelompok yang membawa Briptu Heidar. Namun berbagai upaya yang dilakukan tidak membuahkan hasil.

“Sekitar pukul 17.30 WIT, Briptu Heidar ditemukan tidak meninggal tak jauh dari tempat ia diculik,” ujarnya.

Kata Kombes Pol A.M. Kamal, kini jenazah Briptu Heidar telah dievakuasi ke Puskesmas Ilaga. Namun pihaknya belum mengetahui pasti kondisi jenazah korban karena sulitnya komunikasi dari Kabupaten Puncak.

“Rencananya jenazah Briptu Heidar akan diterbangkan ke Timika pada Selasa (13/8/2019), dan dilanjutkan ke Makassar, Sulawesi Selatan,” ucapnya. (Arjuna/Redaksi)