Peduli Kemanusiaan, KPA Papua Bantu Pengungsi Nduga

Peduli Kemanusiaan, KPA Papua Bantu Pengungsi Nduga

Ketua Divisi SDM KPA Papua, Bernie Pagawak (kemeja batik biru lengan panjang) foto bersama para pengungsi Nduga usai penyerahan bantuan

Metro Merauke – Sebagai bentuk kepedulian terhadap kemanusiaan, Komisi Penanggulangan Aids atau KPA Provinsi Papua berpartisipasi meringankan beban masyarakat Kabupaten Nduga yang mengungsi ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

Ketua Divisi SDM KPA Papua, Bernie Pagawak mengatakan ia didelegasikan oleh Ketua Harian KPA Papua menyerahkan bantuan senilai Rp 100 juta kepada pengungsi Nduga di Sinakma Wamena pada 9 Agustus lalu.

Selain uang tunai, KPA Papua juga memberikan satu karton Alkitab kepada pengungsi. Sebelum penyerahan bantuan dana dan Alkitab, terlebih dahulu KPA Papua melaksanakan ibadah dan doa bersama dengan para pengungsi.

“Keadaan yang sangat sulit dan memprihatinkan ini mengilhami pimpinan KPA Propinsi Papua melalui ketua Harian, mendelegasikan Divisi SDM mengajak seluruh anak bangsa memberikan semangat hidup kepada Masyarakat Nduga yang mengungsi,” kata Bernie Pagawak, Minggu (11/08).

Ia mengatakan, meski pemerintah kabupaten hadir di Nduga namun kenyataannya kini banyak masyarakat dari wilayah itu yang mengungsi ke kabupaten terdekat, sejak jelang akhir tahun lalu. Kondisi ini disebabkan pertikaian antara aparat keamanan dengan kelompok bersenjata di wilayah Nduga.

Melihat kondisi ini menurutnya, KPA Papua mengajak seluruh komponen masyarakat proaktif terhadap nilai kemanusiaan. Peduli kemanusiaan jauh lebih tinggi daripada retorika, kecurigaan politik, politik praktis serta stigma yang berujung pada pelanggaran HAM dan trauma permanen masyarakat Nduga terhadap pemerintah pusat.

Bernie menyatakan, KPA Papua tidak terlibat politik praktis, karena rakyat adalah belahan jiwa. Tidak ada alasan tidak ada uang. Ada sumber dana Otsus Papua untuk rakyat. Kini masyarakat Nduga memenuhi standar internasional sebagai pengungsi dan layak mendapat perhatian dunia internasional.

“Kami mengapresiasi masyarakat Nduga yang mengungsi atas kekuatan, keberanian dan ketekunan yang telah mempertahankan hidup mereka,” ujarnya.

Namun kata Bernie, masih banyak tantangan dari berbagai faktor yang harus dilewati. Mulai faktor alam, faktor kebutuhan sandang, pangan dan papan serta pertikaian kedua pihak yang memposisikan masyarakat Nduga sebagai taruhannya.

“Satu karton Alkitab untuk kekuatan spirit Nduga, dan sedikit uang untuk kekuatan jasmani Nduga. Terbesit pesan direlung hatiku, Tuhan tahu masalah kita dan bagaimana Dia menolong kita,” ucapnya.

Kata Bernie, melihat situasi pengungsi Nduga di Wamena kini, masyarakat punya penilaian tertentu sehingga sebagian besar masyarakat Nduga yanf mengungsi menolak bantuan pemerintah.

“Alasannya karena perang antara TNI dan KKB sehingga masyarakat korban. Dampak dari kejadian itu, masyarakat tidak memiliki rumah dan ternak lagi. Masyarakat trauma dan akhirnya lari, sehingga semua bantuan yang dititipkan ke TNI, ditolak masyarakat,” katanya.

Melihat situasi itu, pimpinan KPA Papua kemudian berinisiatif mendelegasikan kepada Bernie Pagawak menyerahkan bantuan kepada pengungsi Nduga, dan akhirnya diterima masyarakat dengan senang hati. Baik bantuan Alkitab maupun uang tunai.

“Apa yang kami lakukan merupakan inisiatif sendiri, tanpa bantuan pemerintah. Kami langsung ke lapangan. Kami berharap ini jadi momen penting seluruh elemen masyarakat di Pegunungan Tengah secara khusus, bisa memberikan bantuan kepada masyarakat Nduga,” ujarnya. (Arjuna/Redaksi)