Waspada, Ini 7 Penyebab Sering Buang Air Kecil di Malam Hari

Waspada, Ini 7 Penyebab Sering Buang Air Kecil di Malam Hari

Penyebab Sering Buang Air Kecil di Malam Hari | iStockphoto

Metro Merauke – Malam hari tentunya merupakan waktu bagi tubuh untuk beristirahat. Namun tidak jarang seseorang mengalami banyak gangguan pada malam hari saat beristirahat. Sebut saja banyak pikiran, sesak napas, hingga sering buang air kecil.

Sering buang air kecil ini mungkin sudah dialami oleh banyak orang. Namun kebanyakan orang tidak menghiraukannya dan menganggap hal ini hanyalah masalah sepele. Padahal bisa saja ini merupakan tanda-tanda adanya kesalahan dalam tubuh.

Penyebab sering buang air kecil di malam hari bisa menjadi tanda-tanda tubuh mengalami suatu penyakit. Seringkali seseorang ketika sudah tertidur lalu merasakan ingin buang air kecil. Bila sering mengalami hal ini, sebaiknya kamu memeriksakan keadaan tubuh.

Diabetes
Penyebab sering buang air kecil di malam hari yang pertama adalah Diabetes. Penyakit ini terjadi karena gula di dalam darah terlalu banyak sehingga menarik air. Akibatnya, pasien diabetes akan menjadi sering kencing pada malam hari. Apalagi, pada malam hari terjadi peningkatan glukosa pada ginjal, sehingga menarik banyak cairan ke dalam urin. Hal ini dapat meningkatkan pembentukan urin sehingga akan terjadi gangguan buang air kecil pada malam hari.

Infeksi Saluran Kencing
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang berkembang di saluran kencing. Gejala dariinfeksi saluran kencil ini adalah demam, sensasi panas ketika buang air kecil, dan frekuensi buang air kecil yang terus-menerus. Sebaiknya kamu berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui kondisi ini.

Sleep Apnea
Sleep Apnea merupakan salah satu penyebab sering buang air kecil di malam hari. Sekitar 50% dari penderita sleep apnea mengalami ingin buang air kecil pada tengah malam. Penderita sleep apnea biasanya mengalami masalah pada penapasan. Ketika penderita mengupayakan dengan keras bernapas melawan saluran pernapasan yang tertutup, otot jantung meregang, sehingga menghasilkan hormon yang menyebabkan peningkatan produksi urin.

Gangguan Prostat
Gangguan prostat biasanya menyerang pria berusia di atas 60 tahun. Ini karena prostat terlalu besar dan menekan saluran kencing. Pasien gangguan prostat menjadi sering kencing karena biasanya saat kencing keluarnya sedikit-sedikit atau tidak tuntas.

Konsumsi Alkohol dan Kafein
Alkohol dan minuman berkafein biasanya merupakan diuretik. Berlebihan mengonsumsinya dapat menyebabkan buang air kecil di malam hari. Sebaiknya hindari mengonsumsinya menjelang malam, agar tidur kamu lebih nyenyak.

Konsumsi Obat Tekanan Darah Tinggi
Penggunaan obat-obatan untuk tekanan darah tinggi dan penyakit ginjal seperti hydrochlorothiazide atau furosemide (Lasix) dapat meningkatkan pembentukan urin pada tubuh. Oleh karena itu, bila kamu mengonsumsi beberapa jenis obat ini pada malam hari, maka kamu akan sering bolak-balik kamar mandi untuk buang air kecil.

Bertambahnya Usia
Pertambahan usia berkaitan dengan berkurangnya kapasitas kandung kemih. Hormon antidiuretik yang diproduksi juga mulai berkurang, padahal hormon ini yang dapat menahan cairan tubuh. Otot kandung kemih pun menjadi lemah, sehingga urin menjadi sulit untuk ditahan di kandung kemih. (Husnul Abdi)

Sumber: Liputan6